{"id":6141,"date":"2026-09-01T00:06:25","date_gmt":"2026-08-31T16:06:25","guid":{"rendered":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/?p=6141"},"modified":"2026-09-01T00:06:25","modified_gmt":"2026-08-31T16:06:25","slug":"34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html","title":{"rendered":"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur"},"content":{"rendered":"<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com<\/span><span class=\"s2\"> \u2013 Tangis, haru, menyelimuti pertemuan besar masyarakat adat Suku Basap Karangan di KM 20 Sungai An, Desa Karangan Dalam, Kecamatan Karangan, Kabupaten Kutai Timur.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Setelah sekitar 34 tahun hubungan kekeluargaan mereka disebut mengalami kerenggangan pascaperpindahan warga, berakhirnya Kampung Tebengulu, dan pemekaran Desa Karangan, ratusan masyarakat adat akhirnya kembali berdiri dalam satu barisan. <\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">masyarakat dari Desa Karangan Seberang, Karangan Dalam, dan Karangan Ilir berkumpul dalam sebuah prosesi adat yang dimaknai sebagai awal baru untuk menyatukan kembali hati, darah, dan persaudaraan Suku Basap Karangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Bukan sekadar pertemuan biasa, prosesi tersebut menjadi ruang untuk mengakhiri luka lama, Ego yang pernah tumbuh, dendam yang sempat tersimpan, dan berbagai persoalan yang selama puluhan tahun menjadi jarak antarkeluarga, hari itu dinyatakan harus dikubur bersama.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6144\" src=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/4e0692d0-0ce4-4ce2-b608-f022d15bf467.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"898\" srcset=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/4e0692d0-0ce4-4ce2-b608-f022d15bf467.jpeg 1600w, https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/4e0692d0-0ce4-4ce2-b608-f022d15bf467-768x431.jpeg 768w, https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/4e0692d0-0ce4-4ce2-b608-f022d15bf467-1536x862.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Prosesi adat dipimpin Kepala Adat Desa Karangan Seberang, Fadli, serta Kepala Adat Desa Karangan Dalam, Triria Susanto, bersama para tokoh adat dari Desa Karangan Ilir.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Salah satu simbol utama dalam prosesi iya adalah pendirian sebuah tiang bundar dari kayu ulin yang dihiasi ukiran bermotif adat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Tiang itu kemudian dikukuhkan melalui ritual pemotongan ayam hitam. Dalam tradisi dan kepercayaan masyarakat adat setempat, darah ayam dimaknai sebagai pengikat sumpah dan janji suci antara masyarakat yang hidup saat ini dengan nilai-nilai yang diwariskan para leluhur.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Di pucuk tiang ulin, masyarakat adat mengikatkan <\/span><span class=\"s1\">singal lusem<\/span><span class=\"s2\">, kain penutup kepala berwarna hitam yang memiliki makna spiritual mendalam.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Kain itu diyakini menjadi simbol penyambutan terhadap roh para leluhur agar hadir menyaksikan bersatunya kembali anak cucu mereka.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Singal lusem juga dimaknai sebagai pelindung persaudaraan, agar masyarakat Suku Basap Karangan tidak lagi mudah dipecah oleh hasutan, kepentingan, maupun pengaruh dari luar.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Suasana semakin emosional ketika para perwakilan masyarakat adat mengikrarkan tekad bersama. <\/span>Mereka sepakat untuk tidak lagi membawa luka masa lalu sebagai alasan untuk terpisah.<\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Bagi masyarakat yang hadir, 34 tahun adalah waktu yang terlalu panjang untuk kehilangan rasa sebagai satu keluarga, Hari itu, nama desa tidak lagi menjadi batas.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Karangan Seberang, Karangan Dalam, dan Karangan Ilir kembali dipersatukan oleh satu akar sejarah dan satu garis leluhur.<\/span><\/p>\n<p><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone size-full wp-image-6143\" src=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/b95655bd-5de1-4439-a35a-434907826961.jpeg\" alt=\"\" width=\"1600\" height=\"898\" srcset=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/b95655bd-5de1-4439-a35a-434907826961.jpeg 1600w, https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/b95655bd-5de1-4439-a35a-434907826961-768x431.jpeg 768w, https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/b95655bd-5de1-4439-a35a-434907826961-1536x862.jpeg 1536w\" sizes=\"auto, (max-width: 1600px) 100vw, 1600px\" \/><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Masyarakat adat juga menyampaikan kekhawatiran terhadap kondisi wilayah yang mereka klaim sebagai tanah tradisional. Mereka menduga renggangnya persaudaraan selama puluhan tahun telah membuka ruang bagi kepentingan pihak luar untuk masuk dan memanfaatkan sumber daya alam.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Kekhawatiran itu semakin kuat setelah muncul dugaan aktivitas pembalakan liar atau <\/span><span class=\"s3\">illegal logging<\/span><span class=\"s2\"> di kawasan yang dianggap bagian dari wilayah hak tradisional masyarakat Basap Karangan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Atas dasar itulah, penyatuan kembali dan tidak hanya diarahkan pada pemulihan hubungan kekeluargaan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Lebih dari itu, masyarakat bertekad kembali berdiri bersama menjaga tanah, hutan, budaya, dan warisan leluhur.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Di hadapan para pemangku adat, sumpah persatuan pun diucapkan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Siapa pun yang melanggar ikrar tersebut akan berhadapan dengan ketentuan dan sanksi adat yang berlaku. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, pelanggaran terhadap sumpah adat juga diyakini memiliki konsekuensi spiritual.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Sanksi sosial bahkan disebut dapat diberikan kepada pihak yang dianggap melakukan pelanggaran berat terhadap persatuan masyarakat adat.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Namun di balik tegasnya sumpah, tersimpan pesan yang lebih besar.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Bahwa Suku Basap Karangan tidak ingin generasi berikutnya mewarisi perpecahan, Mereka ingin anak cucu kelak mewarisi hutan yang terjaga, tanah yang dihormati, budaya yang tetap hidup, serta hubungan kekeluargaan yang tidak lagi mudah dihancurkan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Di bawah tiang ulin dan kain lusem hitam yang terikat di pucuknya, masyarakat Basap Karangan seolah menutup satu babak panjang dalam sejarah mereka.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s2\">Setelah 34 tahun tercerai oleh perjalanan waktu dan berbagai persoalan, mereka memilih kembali pulang pada satu hal yang paling mendasar, persaudaraan.<\/span><\/p>\n<p class=\"p1\"><span class=\"s1\">Hari itu, Suku Basap Karangan tidak hanya menyatukan tiga desa. Mereka sedang berusaha menyatukan kembali jiwa sebuah keluarga besar yang hampir kehilangan ikatannya selama lebih dari tiga dekade.<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com \u2013 Tangis, haru, menyelimuti pertemuan besar masyarakat adat Suku <a class=\"read-more\" href=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\" title=\"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur\" itemprop=\"url\"><\/a><\/p>\n","protected":false},"author":3,"featured_media":6142,"comment_status":"open","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"kia_subtitle":"","footnotes":""},"categories":[112],"tags":[],"newstopic":[],"class_list":["post-6141","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","category-berita-terkini"],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v27.8 - https:\/\/yoast.com\/product\/yoast-seo-wordpress\/ -->\n<title>34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur - Gemparkutim.com<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur - Gemparkutim.com\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com \u2013 Tangis, haru, menyelimuti pertemuan besar masyarakat adat Suku\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Gemparkutim.com\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2026-08-31T16:06:25+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"1600\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"898\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Redaksi\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Redaksi\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"4 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\\\/\\\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\"},\"author\":{\"name\":\"Redaksi\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c73af9a4abd6820f101753b84d865882\"},\"headline\":\"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur\",\"datePublished\":\"2026-08-31T16:06:25+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\"},\"wordCount\":596,\"commentCount\":0,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg\",\"articleSection\":[\"Berita\"],\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"CommentAction\",\"name\":\"Comment\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#respond\"]}]},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\",\"name\":\"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur - Gemparkutim.com\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg\",\"datePublished\":\"2026-08-31T16:06:25+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2026\\\/09\\\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg\",\"width\":1600,\"height\":898},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/2026\\\/09\\\/01\\\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Beranda\",\"item\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#website\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/\",\"name\":\"Gemparkutim.com\",\"description\":\"Media Terpercaya\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#organization\",\"name\":\"Gemparkutim.com\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\",\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/logo-gemparkutim.png\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/wp-content\\\/uploads\\\/2024\\\/05\\\/logo-gemparkutim.png\",\"width\":500,\"height\":153,\"caption\":\"Gemparkutim.com\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#\\\/schema\\\/logo\\\/image\\\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/#\\\/schema\\\/person\\\/c73af9a4abd6820f101753b84d865882\",\"name\":\"Redaksi\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa648a3e1b0b15ef497ad8fdcc2dcd15ccebbfba9201ae00656667881372f699?s=96&d=mm&r=g\",\"url\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa648a3e1b0b15ef497ad8fdcc2dcd15ccebbfba9201ae00656667881372f699?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\\\/\\\/secure.gravatar.com\\\/avatar\\\/fa648a3e1b0b15ef497ad8fdcc2dcd15ccebbfba9201ae00656667881372f699?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Redaksi\"},\"sameAs\":[\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\",\"@asmin_media\",\"http:\\\/\\\/www.youtube.com\\\/@GemparKutim\"],\"url\":\"https:\\\/\\\/www.gemparkutim.com\\\/index.php\\\/author\\\/web4dmin\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur - Gemparkutim.com","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur - Gemparkutim.com","og_description":"KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com \u2013 Tangis, haru, menyelimuti pertemuan besar masyarakat adat Suku","og_url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html","og_site_name":"Gemparkutim.com","article_published_time":"2026-08-31T16:06:25+00:00","og_image":[{"width":1600,"height":898,"url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Redaksi","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Redaksi","Estimasi waktu membaca":"4 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html"},"author":{"name":"Redaksi","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#\/schema\/person\/c73af9a4abd6820f101753b84d865882"},"headline":"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur","datePublished":"2026-08-31T16:06:25+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html"},"wordCount":596,"commentCount":0,"publisher":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg","articleSection":["Berita"],"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"CommentAction","name":"Comment","target":["https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#respond"]}]},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html","url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html","name":"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur - Gemparkutim.com","isPartOf":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg","datePublished":"2026-08-31T16:06:25+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#primaryimage","url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg","contentUrl":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2026\/09\/d195ba27-b266-4509-8ecd-ec5e3f52464f.jpeg","width":1600,"height":898},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/2026\/09\/01\/34-tahun-terpecah-suku-basap-karangan-kembali-bersatu-dalam-sumpah-adat-dan-ikatan-leluhur.html#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Beranda","item":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"34 Tahun Terpecah, Suku Basap Karangan Kembali Bersatu dalam Sumpah Adat dan Ikatan Leluhur"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#website","url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/","name":"Gemparkutim.com","description":"Media Terpercaya","publisher":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#organization","name":"Gemparkutim.com","url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/logo-gemparkutim.png","contentUrl":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/logo-gemparkutim.png","width":500,"height":153,"caption":"Gemparkutim.com"},"image":{"@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/#\/schema\/person\/c73af9a4abd6820f101753b84d865882","name":"Redaksi","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa648a3e1b0b15ef497ad8fdcc2dcd15ccebbfba9201ae00656667881372f699?s=96&d=mm&r=g","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa648a3e1b0b15ef497ad8fdcc2dcd15ccebbfba9201ae00656667881372f699?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/fa648a3e1b0b15ef497ad8fdcc2dcd15ccebbfba9201ae00656667881372f699?s=96&d=mm&r=g","caption":"Redaksi"},"sameAs":["https:\/\/www.gemparkutim.com","@asmin_media","http:\/\/www.youtube.com\/@GemparKutim"],"url":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/author\/web4dmin"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6141","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/3"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=6141"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6141\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":6145,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/6141\/revisions\/6145"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media\/6142"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=6141"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=6141"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=6141"},{"taxonomy":"newstopic","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.gemparkutim.com\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/newstopic?post=6141"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}