DPRD Kutim Soroti Lemahnya Intervensi Harga Jelang Hari Besar

Berita284 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, gemparkutim.com – Anggota DPRD Kutai Timur dari Komisi B, Yusril Yusuf, menekankan pentingnya langkah cepat pemerintah daerah dalam mengendalikan inflasi, terutama menjelang momentum-momentum rawan kenaikan harga seperti hari besar keagamaan. Ia menilai, intervensi harga selama ini masih belum optimal dan perlu diperkuat agar tidak berdampak pada daya beli masyarakat. 19/11/2025

Yusril menyebut pengendalian inflasi harus menjadi prioritas bersama, karena stabilitas harga berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat. Menurutnya, beberapa komoditas kebutuhan pokok kerap mengalami lonjakan harga akibat gangguan pasokan atau kurangnya intervensi pasar dari pemerintah.

“Menjelang momen-momen tertentu, harga selalu bergerak naik. Pemerintah harus lebih cepat melakukan operasi pasar dan memastikan stok kebutuhan pokok tetap aman,” kata Yusril.

Ia menegaskan bahwa ketersediaan cadangan pangan daerah sangat mempengaruhi stabilitas harga. Pemerintah daerah, menurutnya, harus memperkuat sinergi dengan Bulog, dinas terkait, hingga pelaku distribusi untuk menjaga suplai tetap lancar.

Selain itu, Yusril juga menyoroti peran Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID). Ia meminta agar TPID tidak hanya melakukan rapat koordinasi, tetapi benar-benar melakukan monitoring lapangan dan bergerak cepat begitu ada potensi gejolak harga.

“TPID harus lebih response. Begitu ada indikasi kenaikan harga, harus segera turun tangan sebelum masyarakat terkena dampaknya,” tegasnya.

Yusril berharap pengendalian inflasi Kutim ditangani secara sistematis dan berkelanjutan. Langkah-langkah antisipasi perlu disiapkan sejak awal, bukan hanya dilakukan saat harga sudah terlanjur melonjak.

“Stabilitas harga ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Kita tidak boleh kecolongan,” ujarnya.

Dengan pengendalian inflasi yang efektif, Yusril yakin kondisi ekonomi Kutim dapat tetap stabil dan kesejahteraan masyarakat dapat terus meningkat. Pemerintah daerah diminta lebih proaktif dalam menjaga distribusi, stok, dan harga di pasar agar tidak ada gejolak yang memberatkan masyarakat.(Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *