Kain Merah dan Doa Keselamatan Warnai Ritual Belian Semega di Desa Sekerat malam ke 3

Ritual4327 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Rangkaian ritual adat Belian Semega kembali berlanjut dengan tahapan pengobatan dan ritual menjaga kampung.

Prosesi ini dipimpin langsung oleh Kepala Adat Belian Semega sebagai bagian dari perjalanan adat yang masih dijalankan secara turun-temurun, Desa sekerat kec.bengalon kutim. Selasa 7/7/2026 pukul 22.00 wita

Dalam prosesi tersebut, Ahmad Yani Kepala Adat Belian Semega menjalankan sejumlah tahapan adat dengan menggunakan kain merah. Kain digunakan untuk menelusuri perjalanan spiritual serta membersihkan hal-hal yang diyakini masih tertinggal di beberapa titik.

Ritual ini dilakukan sebagai bentuk ikhtiar adat untuk menjaga kampung, khususnya Desa Sekerat, dari berbagai musibah, bahaya, maupun gangguan yang tidak diinginkan.

Selain itu, prosesi tersebut juga menjadi bentuk permohonan keselamatan, keberkahan, dan perlindungan bagi masyarakat.

Ahmad Yani Kepala Adat Belian Semega menjelaskan, dalam pelaksanaan ritual, pihaknya juga memohon izin dan restu kepada para sesepuh tanah, unsur adat, serta kekuatan spiritual yang diyakini dalam tradisi Belian Semega.

Prosesi ini turut dimaknai sebagai bentuk penghormatan kepada Kesultanan dan Kanjeng Ratu, karena ritual menjaga kampung memiliki nilai sakral dalam tatanan adat.

Setelah tahapan utama selesai dilaksanakan, ritual kemudian dilanjutkan dengan pengobatan adat.

Menurut Kepala Adat, pengobatan telah disiapkan untuk menangani berbagai macam penyakit. Masyarakat yang datang dapat mengikuti prosesi sesuai dengan kebutuhan masing-masing.

Ia menyebutkan, dalam ritual tersebut telah diturunkan hampir 40 jenis pengobatan adat. Setiap bangunan atau tempat dalam rangkaian Belian Semega memiliki tugas dan fungsi masing-masing, termasuk dalam menangani jenis penyakit atau gangguan tertentu.

“Setiap bangunan memiliki tugasnya masing-masing. Kalau penyakit tertentu, berarti ada bagian tersendiri yang menangani dalam rangkaian ritual ini,” Ujar Kepala Adat saat di wawancarai di lamin adat di desa sekerat

sejumlah masyarakat dan pengunjung tampak hadir untuk menyaksikan jalannya ritual sekaligus meminta pengobatan. Bahkan, sempat terjadi seorang pengunjung jatuh pingsan saat prosesi berlangsung.

Menurut penjelasan adat, kejadian tersebut dipercaya berkaitan dengan adanya unsur halus dalam tubuh orang tersebut. Meski demikian, kondisi tersebut langsung ditangani melalui tahapan ritual yang sedang berlangsung.

Rangkaian ritual adat Belian Semega ini akan terus berlanjut pada malam-malam berikutnya.

Prosesi menjadi bagian dari perjalanan adat yang dijalankan secara bertahap, dengan tujuan menjaga keselamatan kampung, memohon keberkahan, serta melestarikan warisan leluhur masyarakat adat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/gemq2776/public_html/wp-content/plugins/newkarma-core/lib/relatedpost.php on line 627

News Feed