Perusahaan Didorong Berkontribusi Percepat Penanganan Jalan Alternatif yang berada Sepaso timur dan Sepaso Selatan

Berita, Perusahaan4479 Dilihat
banner 468x60

BENGALON, Gemparkutim.com — Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Arfan, mendorong adanya sinergi antara pemerintah, perusahaan, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mempercepat penyelesaian jalan alternatif sebagai solusi sementara atas kondisi Jembatan Lembak yang dinilai tidak lagi layak dilalui. Rabu 30/9/2026

Hal Itu disampaikan Arfan usai mengikuti rapat koordinasi bersama Pemerintah Kecamatan Bengalon, Dinas Pekerjaan Umum (PU), serta sejumlah perusahaan yang berada di wilayah Sangkulirang, Kaliorang, dan Kaubun.

Dalam rapat tersebut, hadir sejumlah perusahaan, di antaranya PT GAM, IPS, KPP, Indexim, dan KLK. KOBENXIDO CEMENT. Pertemuan membahas dukungan percepatan pembangunan jalan alternatif.

mengingat Balai terkait telah memberikan rekomendasi agar Jembatan Lembak ditutup total demi keselamatan pengguna jalan.

“Dari hasil komunikasi dengan Balai, Jembatan Lembak nantinya wajib ditutup total karena kondisi sudah tidak memungkinkan untuk dilewati. Informasi yang kami terima, penanganan bisa berlangsung sekitar 8 sampai 9 bulan,” ujar Arfan

Menurutnya, jalan alternatif Sepaso Timur menjadi kebutuhan mendesak dan ditargetkan dapat difungsikan dalam waktu dekat, terutama sebelum penutupan total Jembatan Lembak dilakukan.

Namun, terdapat sejumlah kendala yang harus segera diselesaikan, salah satunya terkait klaim lahan oleh warga di sekitar Jembatan Sepaso Timur yang baru dibangun. Berdasarkan informasi yang diterima, Diduga terdapat permintaan kompensasi sekitar Rp150 juta dari pihak yang mengklaim lahan.

“Persoalan lahan ini harus segera dicarikan solusi. Kalau menunggu anggaran pemerintah, prosesnya tentu membutuhkan waktu. Sementara kebutuhan jalan alternatif ini sifatnya mendesak,” jelas Arfan

Arfan menyampaikan, dalam rapat muncul wacana agar perusahaan-perusahaan yang berada di sekitar wilayah tersebut dapat memberikan dukungan, tidak hanya dalam bentuk penyediaan alat berat, tetapi juga melalui bantuan pembiayaan.

Sebelumnya, Dinas PU membutuhkan dukungan sejumlah peralatan seperti excavator, compact, grader, serta sekitar 20 unit dump truck untuk mempercepat pekerjaan jalan alternatif. Namun, pengiriman alat dari perusahaan yang berada cukup jauh dinilai memiliki kendala operasional.

“Karena ada perusahaan yang lokasinya cukup jauh, tadi kami bersama Camat Muhammad Harum Al Rasyid, membuka opsi bantuan secara finansial.

Dana nantinya dapat digunakan untuk menyelesaikan persoalan lahan, pembelian bahan bakar, maupun biaya operasional alat yang diperlukan,” ungkap Arfan.

Ia menambahkan, komunikasi dengan perusahaan di luar Kecamatan Bengalon akan terus dilakukan agar penanganan ini dapat menjadi tanggung jawab bersama.

“Kita ingin semua pihak bergerak bersama karena ini menyangkut kepentingan masyarakat luas. Jangan sampai ketika Jembatan Lembak ditutup, akses masyarakat justru terganggu karena jalan alternatif belum siap,” katanya.

Arfan juga menyebutkan, Balai masih akan melakukan koordinasi lanjutan. Rencananya, akan dilakukan rapat kembali sekitar tanggal 8 atau 10 untuk membahas kesiapan penanganan Jembatan Lembak dan tahapan pekerjaan selanjutnya.

“Yang menjadi perhatian sekarang adalah memastikan jalan alternatif benar-benar siap sebelum penutupan total dilakukan. Untuk kendaraan ringan mungkin masih memungkinkan, tetapi kendaraan berat masih membutuhkan penyelesaian pekerjaan agar aman dilalui,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *