HUT Kutim ke-27, Ardiansyah Minta Pertumbuhan Ekonomi Dirasakan Semua Warga

Berita1645 Dilihat
banner 468x60

Gemparkutim.com – Kutim – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menjadi momentum bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi hasil pembangunan sekaligus memperkuat strategi pengembangan ekonomi dan pemerataan kesejahteraan masyarakat.

Upacara dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah, Wakil Bupati Mahyunadi, Ketua DPRD Kutim Jimmi, anggota DPRD Kalimantan Timur H. Arfan, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menyampaikan bahwa peringatan hari jadi daerah bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan kesempatan untuk meninjau kembali berbagai capaian sekaligus merumuskan langkah pembangunan ke depan. Peringatan tahun ini mengusung tema “Kutai Timur Berdaya, Tumbuh Bersama”.

“Memasuki usia 27 tahun, Kutim memiliki perjalanan panjang dalam membangun daerah, menghadapi berbagai perubahan, serta berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan yang perlu menjadi perhatian adalah struktur perekonomian Kutim yang masih didominasi sektor pertambangan dan penggalian. Pada 2025, sektor tersebut memberikan kontribusi sekitar 70,16 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Menurut Ardiansyah, kondisi tersebut menjadi alasan penting bagi pemerintah daerah untuk memperluas pengembangan industri pengolahan. Melalui hilirisasi, sumber daya alam diharapkan dapat memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi daerah dan masyarakat.

“Kutim tidak boleh berhenti sebagai daerah penghasil sumber daya alam. Kekayaan tersebut harus diolah menjadi kekuatan ekonomi yang memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, meningkatkan keterampilan tenaga kerja lokal, memperkuat UMKM, serta menggerakkan usaha masyarakat hingga ke desa,” tegasnya.

Selain mendorong perubahan struktur ekonomi, pemerintah daerah juga menaruh perhatian terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat. Salah satu indikatornya terlihat dari Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kutim yang meningkat dari 75,90 pada 2024 menjadi 76,48 pada 2025.

Ia menilai, peningkatan tersebut perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan dalam memperbaiki kualitas pendidikan, memperluas jangkauan pelayanan kesehatan, serta meningkatkan mutu pelayanan publik.

“Ukuran keberhasilan pemerintah bukan banyaknya penghargaan yang diterima, melainkan sejauh mana masyarakat merasakan pelayanan yang semakin mudah, cepat, transparan, adil, berkualitas, dan manusiawi,” katanya.

Ia menambahkan, pemerataan pembangunan harus menjadi perhatian agar pertumbuhan ekonomi tidak hanya terkonsentrasi di wilayah tertentu. Karena itu, sinergi antara pemerintah, pemangku kepentingan, dan masyarakat diperlukan untuk memastikan program pembangunan menjangkau berbagai wilayah di Kutim.

Menutup sambutannya, Ardiansyah mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperkuat kolaborasi demi mendukung kemajuan daerah. Ia berharap pembangunan yang dilaksanakan dapat memberikan manfaat bagi seluruh lapisan masyarakat.

“Pertumbuhan harus dirasakan bersama, tanpa ada wilayah, kelompok masyarakat, maupun generasi yang tertinggal,” pungkasnya. (Zull)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *