Hampir Dua Bulan Air PDAM Tak Mengalir, Wabup Kutim H. Mahyunadi Tindak Lanjuti Keluhan Warga Sekerat Sekurau Bawah

Berita1486 Dilihat
banner 468x60

SANGATTA – Wakil Bupati Kutai Timur, H. Mahyunadi, S.E., M.Si., merespons keluhan masyarakat Sekurau Bawah, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, terkait terhentinya distribusi air bersih PDAM yang dilaporkan telah berlangsung hampir dua bulan.

Persoalan tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika S.AP saat melakukan kunjungan silaturahmi ke Rujab Wakil Bupati Kutai Timur di Bukit Pelangi. Senin ( 19/10 )

Dalam pertemuan itu, Sunan Dhika menyampaikan kondisi masyarakat Sekurau Bawah yang mengalami kesulitan memperoleh pasokan air bersih akibat terganggunya distribusi PDAM.

Menurut laporan yang diterima Kepala desa sekerat Sunan Dhika, aliran air menuju permukiman warga diduga telah terhenti selama hampir dua bulan.

Kondisi tersebut menjadi keluhan masyarakat mengingat air bersih merupakan kebutuhan mendasar untuk menunjang aktivitas sehari-hari saat musim kemarau,

Sunan Dhika juga menambahkan informasi bahwa pasokan air dari wilayah Desa Sekerat dilaporkan masih mengalir menuju kawasan KIPI Maloy, sementara sebagian warga Sekurau Bawah justru mengalami kesulitan mendapatkan layanan air bersih,

Kondisi tersebut mendorong kepala desa Sekerat untuk meminta perhatian dan penanganan langsung dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur. Ujar Sunan Dhika

Menanggapi aspirasi tersebut, Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi langsung menghubungi PDAM bapak Suparjan untuk meminta penjelasan mengenai penyebab terganggunya distribusi air bersih ke wilayah Sekurau Bawah.

Melalui komunikasi tersebut, Wakil Bupati juga mendorong agar persoalan yang telah berlangsung cukup lama itu segera mendapatkan penanganan.

Berdasarkan informasi yang diperoleh dalam komunikasi lewat telpan, pihak PDAM terkait merencanakan penanganan di lapangan mulai akan segera di lakukan keesokan harinya.

Langkah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemulihan distribusi air bersih sehingga masyarakat tidak terus mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Sementara itu, berdasarkan informasi awal yang disampaikan, gangguan distribusi air bersih diduga berkaitan dengan kerusakan jaringan pipa PDAM.

Pipa penyalur air dilaporkan mengalami perubahan bentuk atau penyok akibat tekanan dari luar sehingga diduga menghambat aliran air menuju permukiman warga.

Kerusakan tersebut diduga berkaitan dengan aktivitas kendaraan berat pengangkut material perusahaan yang melintas di sekitar jalur jaringan pipa.

Meski demikian, dugaan tersebut masih memerlukan pemeriksaan teknis dan keterangan resmi dari pihak PDAM maupun instansi terkait untuk memastikan penyebab kerusakan.

Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan teknis resmi mengenai tingkat kerusakan jaringan pipa, pihak yang bertanggung jawab, maupun kepastian waktu pemulihan distribusi air. ( As )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *