Musrenbang Desa Sekerat, Kades Sunan Dhika Desak Perbaikan Jalan dan Soroti Persoalan Air Bersih

Berita1194 Dilihat
banner 468x60

BENGALON, Gemparkutim.com — Pemerintah Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, kembali menyuarakan persoalan infrastruktur jalan yang hingga kini belum mendapatkan penanganan maksimal dari pemerintah daerah.

Persoalan tersebut menjadi salah satu pembahasan utama dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKPDes) Tahun Anggaran 2027 dan Daftar Usulan RKPDes Tahun Anggaran 2028, yang digelar Kamis (22/10/2026).

Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, S.AP., mengungkapkan bahwa peningkatan jalan kabupaten yang melintasi wilayah Desa Sekerat melalui program semenisasi hampir setiap tahun masuk dalam lima besar usulan prioritas pembangunan. Namun, hingga saat ini usulan tersebut belum juga terealisasi.

Menurutnya, kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius karena infrastruktur jalan merupakan salah satu kebutuhan mendasar masyarakat sekaligus penunjang aktivitas perekonomian desa.

Pemerintah Desa Sekerat sebelumnya telah menyampaikan surat kepada Pemerintah Kabupaten Kutai Timur dan berharap adanya pertemuan bersama pemerintah daerah serta perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah desa.

Pertemuan tersebut dinilai penting untuk mencari solusi pembiayaan pembangunan, baik melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR).

“Kami berharap perusahaan-perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Sekerat dapat ikut berkontribusi dalam pembangunan infrastruktur. Jika belum bisa melalui APBD, mudah-mudahan ada solusi melalui program CSR perusahaan,” ujar Sunan Dhika.

Pelayanan Air Bersih Sekurau Bawah Kembali Normal

Selain persoalan jalan, Sunan Dhika turut menyampaikan perkembangan penanganan gangguan distribusi air bersih PDAM yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat Dusun Sekurau Bawah.

Gangguan tersebut sempat berlangsung hampir dua bulan dan menjadi perhatian serius pemerintah desa karena berkaitan langsung dengan kebutuhan dasar masyarakat.

Menindaklanjuti keluhan warga, Pemerintah Desa Sekerat melakukan koordinasi dengan pihak PDAM serta turun langsung ke lapangan untuk memastikan adanya langkah penanganan.

Sunan Dhika menyampaikan bahwa pelayanan air bersih kini telah kembali normal dan masyarakat sudah dapat menikmati pasokan air PDAM.

“Alhamdulillah, persoalan air bersih yang sebelumnya dikeluhkan masyarakat sudah mendapatkan penanganan. Saat ini warga sudah kembali dapat menikmati pelayanan PDAM,” ungkapnya.

Ia menegaskan bahwa pemerintah desa akan terus membuka ruang komunikasi dengan masyarakat serta memperkuat koordinasi bersama instansi terkait dalam menyelesaikan berbagai persoalan pelayanan publik.

Persoalan Sampah dan Ancaman Narkoba Ikut Disorot

Dalam Musrenbang tersebut, persoalan pengelolaan sampah juga mendapat perhatian karena Desa Sekerat memiliki potensi pengembangan sektor pariwisata.

Pemerintah desa berencana mendorong pembangunan fasilitas penampungan sampah melalui kerja sama dengan perusahaan serta koordinasi bersama Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kutai Timur.

Sunan Dhika mengingatkan bahwa penentuan lokasi penampungan sampah harus mempertimbangkan dampak lingkungan, jarak dari permukiman, serta sistem pengelolaan yang baik agar tidak menimbulkan persoalan baru bagi masyarakat.

“Kita memiliki potensi wisata yang cukup besar. Jangan sampai potensi tersebut terganggu karena persoalan sampah. Karena itu, pengelolaan lingkungan harus direncanakan dengan baik,” katanya.

Tidak hanya pembangunan fisik, pemerintah desa juga menaruh perhatian terhadap ancaman penyalahgunaan narkoba, khususnya di kalangan generasi muda.

Pemerintah desa berencana memperkuat koordinasi dengan Polsek Bengalon untuk menggelar sosialisasi dan edukasi pencegahan narkoba yang menyasar pelajar, pemuda, pekerja, serta masyarakat umum.

Menurut Sunan Dhika, pembangunan desa tidak cukup hanya menghadirkan jalan dan fasilitas umum, tetapi juga harus mampu melindungi generasi muda sebagai penerus pembangunan.

Aspirasi Warga Diharapkan Tidak Berhenti di Musrenbang

Musrenbang tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda, perwakilan perusahaan, unsur kesehatan, kepala dusun, kepala RT, serta berbagai elemen masyarakat Desa Sekerat.

Sunan Dhika mengapresiasi partisipasi masyarakat yang telah menyampaikan berbagai aspirasi dan persoalan pembangunan.

Ia berharap hasil musyawarah tidak sekadar menjadi daftar usulan tahunan, tetapi benar-benar memperoleh tindak lanjut melalui koordinasi pemerintah desa, pemerintah kabupaten, dan pihak perusahaan.

“Alhamdulillah, kegiatan hari ini mendapat respons yang sangat baik. Banyak masyarakat yang hadir, termasuk perwakilan perusahaan, tokoh masyarakat, tokoh agama, tokoh adat, pemuda, dan unsur lainnya. Berbagai aspirasi yang disampaikan menjadi perhatian serius pemerintah desa untuk ditindaklanjuti,” ujarnya.

Pemerintah Desa Sekerat berharap pembangunan infrastruktur, peningkatan pelayanan dasar, dan penanganan persoalan sosial dapat dilaksanakan secara bertahap dan tepat sasaran demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *