SPAM Maloy Mulai Beroperasi, Suplai Air Bersih Capai 3.000 Kubik per Hari

Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud saat meninjau Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy di kawasan KEK Maloy, Kutai Timur.

Berita1732 Dilihat
banner 468x60

Gemparkutim.com, SAMARINDA – Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Maloy di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy, Kabupaten Kutai Timur, kini mulai beroperasi dan mampu menyuplai air bersih sebanyak 3.000 meter kubik per hari.

Beroperasinya instalasi pengolahan air atau Water Treatment Plant (WTP) tersebut menjadi kabar baik bagi masyarakat, khususnya di Kecamatan Kaliorang dan Sangkulirang yang mulai merasakan manfaat layanan air bersih.

Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim), Rudy Mas’ud, menyampaikan apresiasinya saat meninjau langsung SPAM Maloy. Ia bersyukur fasilitas yang dibangun sejak 2018 itu akhirnya dapat beroperasi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Alhamdulillah, instalasi air bersih ini manfaatnya sudah bisa dirasakan masyarakat dua kecamatan, Kaliorang dan Sangkulirang,” kata Rudy pada Selasa (3/11/2026).

Saat ini, SPAM Maloy menyalurkan pasokan air bersih kepada Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kutai Timur dengan kapasitas 3.000 meter kubik per hari.

Sumber air berasal dari Intake Mata Air Sekerat yang dialirkan menggunakan pompa berkapasitas 360 liter per detik. Air tersebut kemudian melalui proses pengolahan dan filtrasi sebelum ditampung di reservoir berkapasitas 5.000 meter kubik untuk selanjutnya didistribusikan.

Rudy mengatakan, beroperasinya SPAM Maloy menjadi semakin penting di tengah kondisi El Nino yang berpotensi memengaruhi ketersediaan air bersih. Ia mengungkapkan, ketika melakukan kunjungan pada Februari lalu, fasilitas tersebut belum beroperasi sebagaimana mestinya.

“Februari lalu kami ke sini SPAM ini belum beroperasi. Alhamdulillah hari ini sudah beroperasi dan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” ujarnya.

Ke depan, kapasitas produksi SPAM Maloy direncanakan meningkat hingga 720 meter kubik per jam atau sekitar 15.000 meter kubik per hari. Peningkatan tersebut diharapkan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat sekaligus mendukung pengembangan kawasan industri.

Menurut Rudy, ketersediaan air dan listrik menjadi modal penting untuk mempercepat pertumbuhan KEK Maloy. Infrastruktur dasar tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya tarik kawasan bagi investor.

“Ini akan menjadi modal besar KEK Maloy berkembang, karena air dan listrik sudah tersedia,” ungkapnya.

Ia optimistis kelengkapan infrastruktur akan membuka peluang masuknya lebih banyak investasi ke kawasan tersebut. Sejumlah rencana pengembangan usaha, mulai dari gasifikasi, industri minyak goreng hingga pengolahan crude palm oil (CPO), juga disebut mulai menunjukkan perkembangan.

“Insyaallah sudah banyak tenant gasifikasi, industrialisasi minyak goreng, CPO dan pekerjaan infrastruktur,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, Rudy turut berdiskusi dengan Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman dan Direktur Utama PT Kalimantan Timur Melati Bakti Satya (KTMBS), Aji Mohammad Abidharta Wardhana Hakim.

Rombongan juga didampingi Asisten Perekonomian dan Administrasi Pembangunan Setdaprov Kaltim Ujang Rachmad serta sejumlah pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) Pemprov Kaltim dan Pemkab Kutai Timur.

Selain meninjau SPAM Maloy, Gubernur juga mengunjungi PT Perkebunan Sawit Sinergi (PSS) dan PT Ganda Alam Makmur (GAM). Dalam kunjungan ke perusahaan terakhir, pembahasan turut menyentuh rencana tukar guling jalan provinsi berkaitan dengan rencana operasional perusahaan.

Rudy menegaskan, rencana tersebut tidak bisa langsung disetujui tanpa melalui kajian dan mempertimbangkan aspirasi masyarakat. Pemerintah, kata dia, harus memastikan kebijakan yang diambil tidak menimbulkan kerugian bagi warga.

“Kita tidak bisa setuju begitu saja, sebelum ada kajian dan persetujuan masyarakat. Intinya jangan sampai rencana perusahaan merugikan masyarakat,” tegasnya.(cc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *