Pentingnya Mitigasi dan Edukasi Kebencanaan di Kutai Timur

Berita153 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Dalam pertemuan yang membahas kesiapsiagaan daerah menghadapi bencana alam, Ketua Komisi A (Bidang Pemerintahan) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur, Eddy Markus Palinggi, menekankan pentingnya mitigasi bencana dan edukasi kebencanaan. Eddy menyoroti beberapa aspek krusial dalam penanganan bencana, termasuk kesiapan personel, sarana prasarana, dan pemetaan bencana. 16 /11 /2025

“Kita perlu memastikan bahwa saat bencana datang, masyarakat bisa merasakan kehadiran pemerintah. Tindakan apa yang perlu dilakukan dan bagaimana kita bisa mengantisipasi bencana secara dini untuk meminimalisir jumlah korban menjadi fokus utama kita,” ungkap politikus Partai NasDem tersebut.

Eddy juga menekankan bahwa meskipun mitigasi bencana telah dilakukan di daerah, masih ada beberapa aspek yang perlu mendapat perhatian khusus. “Di Sangatta Selatan dan Rantau Pulung, misalnya, musim kemarau dan banjir adalah dua jenis bencana yang memerlukan penanganan serius,” jelasnya.

Selain itu, Eddy menyoroti pentingnya sinergi antara Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dengan berbagai kelompok sukarelawan. “Membangun jaringan dengan kelompok sukarelawan sangat penting untuk mempercepat penanganan bencana,” tambahnya.

Eddy juga menekankan urgensi edukasi kebencanaan bagi siswa dari tingkat dasar hingga menengah atas. “Sangat penting bagi anak-anak untuk memahami dan dapat bersiap saat ada bencana alam. Edukasi ini akan membantu mereka mengambil tindakan yang tepat saat bencana terjadi,” ujarnya.

Dengan perhatian terhadap aspek-aspek ini, diharapkan Kutai Timur dapat meningkatkan kesiapsiagaannya dalam menghadapi berbagai kemungkinan bencana alam, sehingga dapat meminimalisir dampak negatif yang mungkin timbul.

Sebelumnya, BPBD Kabupaten Kutai Timur menetapkan sembilan kecamatan dari 18 kecamatan di Kutai Timur sebagai daerah rawan bencana banjir. Dari jumlah tersebut, empat titik di Sangatta dianggap sebagai daerah rawan banjir, yakni Sangatta Selatan, Kampung Kajang, Gunung Tehnik, dan Kabo Jaya. Sedangkan tujuh kecamatan lainnya yang dianggap rawan banjir adalah Kecamatan Busang, Telen, Muara Ancalong, Muara Bengkal, Rantau Pulung, Teluk Pandan, dan Bengalon. ( Adv-DPRD/De)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *