Kutai Timur – Aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh DPC Federasi Pertanian, Perkayuan dan Konstruksi Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (FPPK K-SBSI) Kabupaten Kutai Timur di depan pabrik PT Anugerah Energitama, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kamis (16/4/2026), berlangsung aman dan terkendali.
Ratusan personel dari Polres Kutai Timur, dan Polsek Bengalon, diterjunkan untuk memberikan pelayanan jalannya aksi yang diikuti sekitar 65 orang massa.
Sejak pagi, massa aksi telah berkumpul di depan pabrik sambil membentangkan spanduk dan bendera serikat pekerja. Mereka menyampaikan sejumlah tuntutan kepada pihak perusahaan, di antaranya penolakan mutasi puluhan tenaga keamanan, kejelasan upah, pesangon PHK, hingga persoalan hak-hak pekerja lainnya.
Kapolsek Bengalon AKP Asriadi, bersama jajaran langsung turun ke lokasi untuk memastikan aksi berjalan damai serta mengedepankan pendekatan persuasif kepada massa.
Dalam upaya menciptakan situasi yang kondusif, pihak kepolisian memfasilitasi pertemuan antara perwakilan serikat buruh dengan manajemen perusahaan. Mediasi tersebut turut dihadiri unsur Polres Kutim, TNI, serta pihak terkait lainnya.
Namun, dalam pertemuan tersebut belum ditemukan titik temu antara kedua belah pihak. Pihak manajemen menyampaikan bahwa pembahasan lebih lanjut akan dilakukan melalui forum tripartit bersama Dinas Tenaga Kerja yang dijadwalkan dalam waktu dekat.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan pihaknya berkomitmen untuk memberikan pelayanan setiap penyampaian aspirasi masyarakat agar tetap berjalan sesuai aturan yang berlaku.
“Kami menjamin bahwa setiap warga negara memiliki hak untuk menyampaikan pendapat di muka umum. Namun, kami juga mengingatkan agar pelaksanaannya tetap tertib, damai, dan tidak mengganggu keamanan serta ketertiban umum,” tegas AKBP Fauzan Arianto.
AKBP Fauzan juga menekankan jajarannya hadir sebagai penengah untuk menjaga keseimbangan dan mendorong terciptanya komunikasi yang baik antara pekerja dan pihak perusahaan.
“Kami berupaya memfasilitasi ruang dialog antara kedua belah pihak. Harapannya, permasalahan ini dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus menimbulkan konflik berkepanjangan,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi massa aksi yang telah menyampaikan aspirasi secara damai tanpa adanya tindakan anarkis.
“Kami mengapresiasi rekan-rekan buruh yang telah menyampaikan aspirasi dengan tertib dan kondusif. Ini menunjukkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” tambahnya.
Lebih lanjut, Kapolres memastikan bahwa pelayanan unjuk rasa akan terus dilakukan selama aksi berlangsung guna mencegah potensi gangguan kamtibmas.
“Kami akan terus melakukan pengawasan dan pelayanan unjuk rasa secara maksimal agar situasi tetap aman dan terkendali,” tutupnya.












