Akhmad Sulaeman Akan Reses ke Dua Desa Terjauh Sandaran: Cek Langsung Infrastruktur yang Masih Terputus

Berita278 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Anggota Komisi C DPRD Kutim, Akhmad Sulaeman, memastikan bahwa agenda reses mendatang akan difokuskan ke dua desa terjauh di Kecamatan Sandaran, yakni Desa Sandaran dan Desa Tanjung Mangkalihat. Kunjungan tersebut dinilai penting karena kondisi infrastruktur di dua wilayah itu masih sangat memprihatinkan dan belum terhubung secara memadai dengan pusat kecamatan maupun wilayah Kutai Timur lainnya. 24/11/2025

Menurut Akhmad, kedua desa tersebut hingga kini masih menghadapi persoalan keterisolasian yang cukup berat. Bahkan, untuk mencapai wilayah itu, warga masih harus melewati jalur Kabupaten Berau karena konektivitas jalan dalam wilayah Kutim belum tersambung dengan baik. Kondisi ini membuat mobilitas masyarakat, distribusi logistik, hingga akses layanan dasar menjadi terhambat.

“Saya harus ke sana karena saya tahu betul bahwa aksesnya masih terputus. Untuk menuju dua desa tersebut saja, orang harus memutar lewat Berau,” ujarnya.

Selain akses darat, jalur laut yang selama ini menjadi pilihan alternatif juga belum sepenuhnya memadai karena belum adanya pelabuhan resmi di Sandaran. Meski demikian, Akhmad mengakui adanya sedikit kemajuan berkat dukungan salah satu perusahaan yang memiliki jalur operasional dan dapat dilalui warga pada titik tertentu. Kondisi ini setidaknya memberi ruang gerak bagi masyarakat setempat.

Akhmad menegaskan, reses yang akan dilakukannya bukan sekadar kunjungan rutin, melainkan bagian dari upaya memperkuat data lapangan serta memastikan kebutuhan pembangunan dapat didorong pada pembahasan anggaran. “Reses ini penting agar kita bisa melihat secara langsung kondisi di sana. Laporan dari kepala desa mengatakan akses lewat jalur perusahaan sedikit membantu, tetapi tetap saja belum cukup,” katanya.

Legislator dari Dapil 5 ini berharap pemerintah daerah memberikan perhatian khusus bagi Sandaran, mengingat wilayah ini merupakan salah satu kecamatan yang masih tertinggal dari berbagai aspek. Menurutnya, tanpa percepatan pembangunan, kesenjangan antarwilayah akan semakin lebar.

“Harapan saya, infrastruktur di Sandaran harus menjadi prioritas. Kita ingin ada percepatan pembangunan supaya ketimpangan dengan wilayah lain bisa berkurang,” tegasnya.

Dengan agenda reses ini, Akhmad berharap penyusunan program pembangunan ke depan dapat semakin tepat sasaran, terutama untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang selama ini terhambat akibat minimnya aksesibilitas.(Adv)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *