Genangan Banjir Picu Kekhawatiran Buaya, Kades Sepaso Minta Warga Waspada

Banjir di Desa Sepaso Tak Separah Tahun Sebelumnya, Namun Ancaman Buaya di Pemukiman Warga Jadi Sorotan Kepala Desa Ruslan Alan”

Bencana, Berita4162 Dilihat
banner 468x60

Bengalon, Gemparkutim.com – Kepala Desa Sepaso, Ruslan Alan, menyoroti dampak banjir yang melanda wilayahnya, khususnya terkait kekhawatiran warga terhadap potensi munculnya predator seperti buaya di kawasan pemukiman yang tergenang air.

Dalam wawancara, Ruslan Alan mengungkapkan bahwa kekhawatiran masyarakat semakin meningkat seiring kondisi banjir dan genangan air yang meluas. 

Terlebih, berdasarkan informasi dari salah satu ketua tim Damkar pak Anwar, buaya termasuk satwa yang dilindungi sehingga tidak dapat dibunuh, meskipun berpotensi membahayakan warga.

“Buaya ini tidak bisa dibunuh karena dilindungi. Tapi di sisi lain, buaya bisa melukai warga, apalagi anak-anak. Dengan kondisi air tergenang seperti ini, orang tua tentu was-was saat anak-anak beraktivitas,” ujarnya.

Menurutnya, masuknya predator ke wilayah pemukiman tidak terlepas dari sejumlah pembangunan infrastruktur, seperti normalisasi parit di wilayah Spaso dan pembukaan badan jalan di kawasan rawa, termasuk akses jalan tembus menuju lokasi pasar sepanjang kurang lebih satu kilometer.

Pembangunan tersebut disertai pembuatan parit yang dinilai menjadi jalur masuk predator ke lingkungan warga.

“Kita tidak bisa memungkiri bahwa predator sekarang sudah masuk ke pemukiman. Salah satu penyebabnya adalah adanya normalisasi parit dan pembukaan badan jalan di rawa yang otomatis disertai saluran air,” jelasnya.

Meski demikian, Ruslan menegaskan bahwa kondisi banjir saat ini tidak separah banjir besar sebelumnya.

Ia juga meminta masyarakat bijak dalam menyikapi pemberitaan yang beredar di media agar memahami konteks sebenarnya.

Terkait pendidikan, Ruslan Alan menyampaikan bahwa akses menuju SD 012 saat ini masih dapat dilalui.

Namun, halaman sekolah tersebut terendam air, sehingga pihak sekolah sempat meliburkan siswa kelas 1 dan 2 sebagai langkah antisipasi.

“Yang dikhawatirkan guru, adalah anak-anak yang bermain di halaman sekolah yang tergenang. Itu alasan mereka meliburkan sementara, khususnya kelas 1 dan 2,” katanya.

Ruslan yang juga menjabat sebagai Ketua Komite SD 012 mengaku telah berkoordinasi dengan pihak sekolah agar meningkatkan kewaspadaan.

terutama mengingat curah hujan yang tidak menentu. Ia menjelaskan, lokasi SD 012 yang dibangun di atas rawa membuat halaman sekolah kerap tergenang saat hujan deras, bahkan ketika tidak terjadi banjir besar.

Ia menambahkan, normalisasi parit sebenarnya bertujuan agar air genangan dapat mengalir keluar.

Namun, curah hujan tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat sehingga air lebih cepat masuk ke wilayah pemukiman, termasuk area sekolah.

Dalam kesempatan tersebut, Ruslan Alan berharap pemerintah kabupaten dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait dapat memberikan perhatian serius terhadap kondisi infrastruktur Desa Sepaso,

terutama Jalan 10 November dan Jalan M Yusuf, serta sarana dan prasarana pendidikan di SD 012.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *