Membahayakan! Jembatan Jalan Nasional di Bengalon Alami Pergeseran Serius

Viral4396 Dilihat
banner 468x60

Bengalon, Gemparkutim.com — Kondisi salah satu jembatan di ruas Jalan Nasional yang berada di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, menjadi perhatian serius setelah dilaporkan mengalami pergeseran struktur pada bagian ujung jembatan.

H. Arfan SE,. M.Si Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur dari Fraksi NasDem, turun langsung ke lokasi bersama pihak pemerintah kecamatan Bengalon pada Senin (29/6/2026) untuk melakukan pengecekan kondisi di lapangan.

Arfan mengungkapkan, laporan awal diterima dari tokoh masyarakat pada malam sebelumnya, berupa foto dan video yang menunjukkan indikasi kerusakan pada jembatan tersebut. Menindaklanjuti hal itu, ia segera melakukan peninjauan langsung ke lokasi.

“Setelah menerima laporan, saya langsung turun ke lapangan untuk memastikan kondisi sebenarnya,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Dari hasil pengecekan, kondisi jembatan dinilai cukup mengkhawatirkan. Terdapat pergerakan atau pergeseran struktur sekitar 50 sentimeter di bagian ujung jembatan, yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Arfan menegaskan bahwa jembatan tersebut merupakan infrastruktur Jalan Nasional yang menjadi kewenangan Balai Pelaksana Jalan Nasional. Ia telah berkoordinasi langsung dengan Kepala Balai dan Kepala Bidang terkait untuk segera melakukan langkah penanganan.

 

Menurutnya, pihak Balai sebelumnya telah melakukan peninjauan pada bulan Mei, namun belum dapat dilakukan penanganan optimal karena kendala anggaran yang mengalami pemangkasan. Untuk sementara, penanganan darurat menjadi opsi yang memungkinkan dilakukan dalam waktu dekat.

Sebagai langkah antisipasi, kendaraan dengan kapasitas di atas 10 ton sementara waktu dilarang melintasi jembatan tersebut. Pihak Balai juga telah mengeluarkan surat pemberitahuan kepada sejumlah perusahaan agar menghentikan sementara aktivitas kendaraan bermuatan berat di jalur itu.

Selain itu, pemerintah kecamatan bersama organisasi masyarakat setempat akan ikut melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengemudi terkait pembatasan tersebut guna menghindari risiko yang lebih besar.

“Untuk sementara, kendaraan dengan kapasitas 10 ton ke atas tidak diperbolehkan melintas. Ini demi keselamatan karena kondisi jembatan sangat mengkhawatirkan,” tegas Arfan.

Pihak Balai dijadwalkan akan turun ke lokasi dalam satu hingga dua hari ke depan untuk melakukan investigasi lanjutan sekaligus menentukan langkah penanganan sementara terhadap jembatan tersebut.

Hasil pemeriksaan lebih lanjut serta keputusan teknis penanganan akan disampaikan setelah proses investigasi selesai dilakukan. Tutup arfan

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Deprecated: str_replace(): Passing null to parameter #3 ($subject) of type array|string is deprecated in /home/gemq2776/public_html/wp-content/plugins/newkarma-core/lib/relatedpost.php on line 627

News Feed