Polsek Bengalon Larang Warga Gunakan Senapan Angin untuk Usir Orangutan

Hiburan, Viral2958 Dilihat
banner 468x60

KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Konflik antara manusia dan orangutan di Desa Tebangan Lembak, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, terus menunjukkan peningkatan.

Satwa liar yang kehilangan habitatnya kini semakin sering memasuki kawasan permukiman, merusak tanaman warga, hingga membangun sarang di pepohonan yang berada tak jauh dari rumah penduduk. ( Senin 29 juni 2026 )

Kondisi tersebut membuat sebagian warga mulai menganggap orangutan sebagai hama.

Kekhawatiran pun muncul karena dikhawatirkan masyarakat memilih mengusir satwa dilindungi itu dengan cara yang membahayakan.

Kapolsek Bengalon AKP Helmi Saputro mengatakan, pihaknya telah mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan senapan angin untuk mengusir ataupun melukai orangutan.

Imbauan itu diberikan setelah ditemukan sejumlah warga yang memiliki senapan angin di rumahnya.

“Jangan sampai orangutan dianggap musuh. Hewan ini memang masuk ke kebun warga, tetapi itu terjadi karena habitatnya semakin menyempit.

Kami mengimbau masyarakat tidak menggunakan senapan angin atau tindakan lain yang dapat melukai satwa tersebut,” Ujar Helmi

Menurutnya, akar persoalan konflik ini bukan semata-mata keberadaan orangutan di kebun masyarakat, melainkan berkurangnya kawasan hutan yang menjadi habitat alami mereka.

Aktivitas pertambangan batu bara, hutan tanaman industri (HTI), dan perkebunan kelapa sawit telah mendorong orangutan keluar dari kawasan hutan untuk mencari sumber makanan baru.

Akibatnya, kebun milik warga menjadi sasaran karena menyediakan buah dan tanaman yang mudah dijangkau. Bahkan, beberapa individu orangutan terlihat membuat sarang di sekitar permukiman, sesuatu yang sebelumnya jarang ditemukan.

AKP Helmi Saputro menegaskan, penyelesaian konflik satwa liar tidak bisa dilakukan dengan kekerasan.

Selain melanggar hukum karena orangutan merupakan satwa yang dilindungi, tindakan tersebut juga berpotensi memperburuk konflik antara manusia dan satwa liar.

Polsek Bengalon bersama pihak terkait terus melakukan edukasi kepada masyarakat agar setiap kemunculan orangutan segera dilaporkan untuk ditangani sesuai prosedur.

Pendekatan persuasif dinilai menjadi langkah terbaik agar keselamatan warga tetap terjaga tanpa mengorbankan kelestarian orangutan yang populasinya terus tertekan akibat hilangnya habitat alami. Tutup helmi

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *