KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Suasana khidmat menyelimuti pesisir Desa Sekerat saat ritual Belian Semega digelar pada malam pertama pembukaan Festival Sekerat Nusantara, Minggu (5/7) malam.
Di tepian Pantai Sekerat, alunan gamelan, denting gong, dan tabuhan kendang tradisional berpadu dengan debur ombak yang menghantam garis pantai. Sejak pukul 21.00 WITA, masyarakat dari berbagai kalangan mulai memadati area ritual di sekitar lamin adat untuk menyaksikan prosesi pembuka tersebut.

Aroma dupa yang mengepul memenuhi udara malam, sementara para tetua adat duduk melingkari perlengkapan ritual dan memimpin pembacaan mantra-mantra sakral.
Cahaya temaram yang menerangi lokasi menambah kesan magis dan khidmat sepanjang jalannya prosesi.
Ritual Belian Semega pada malam pertama ini menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan adat dalam Festival Sekerat Nusantara.
Dalam kepercayaan masyarakat setempat, prosesi ini merupakan tahap awal untuk mengundang kekuatan spiritual yang diyakini hadir dalam seluruh rangkaian adat berikutnya.

Para tetua adat juga mulai melakukan persiapan simbolik yang berkaitan dengan ritual utama Mengolor Perahu Naga, yang akan digelar pada puncak festival. Tradisi tersebut dipercaya sebagai bagian dari doa kolektif masyarakat agar kampung senantiasa dijauhkan dari segala marabahaya serta diberikan keselamatan dan keberkahan.
Hingga menjelang dini hari, prosesi berlangsung dalam suasana tertib dan penuh kekhusyukan.
Tidak ada hiruk-pikuk berlebihan, hanya lantunan musik tradisional, mantra adat, dan kekhusyukan masyarakat yang larut dalam menjaga warisan budaya leluhur di tanah Sekerat.







