Bengalon, Gemparkutim.com — Pekerjaan pembangunan drainase yang berada di ruas Jalan Simpang Perdau arah Bengalon, diduga merupakan bagian dari proyek Balai Nasional yang dikerjakan melalui Dinas Pekerjaan Umum Provinsi. Minggu 5 juli 2026
Namun, proyek tersebut menuai sorotan karena dinilai kurang sesuai dengan kondisi lapangan.
Berdasarkan informasi yang diperoleh di lokasi, pekerjaan merupakan titik pertama dari total lima titik pekerjaan yang direncanakan.
Meski demikian, pelaksanaan proyek di lokasi tersebut dinilai kurang memberikan manfaat yang signifikan.
Pasalnya, di kawasan tidak ditemukan adanya permasalahan genangan air maupun kebutuhan pengaliran air.
Kondisi jalan juga masih dalam keadaan baik dan layak, sehingga pembangunan drainase di lokasi tersebut dianggap kurang relevan dengan tujuan utama infrastruktur drainase.
Drainase sendiri pada dasarnya berfungsi untuk mengatasi genangan air atau mengalirkan air ke area tertentu yang membutuhkan penanganan.
Namun, lokasi pekerjaan yang berada di wilayah perbukitan itu tidak menunjukkan adanya permasalahan air sebagaimana yang menjadi dasar pembangunan fasilitas tersebut.
Sementara itu, dari keterangan para pekerja di lapangan, masih terdapat lima titik pekerjaan lanjutan yang akan dikerjakan.
Oleh karena itu, publik berharap agar titik-titik berikutnya dapat ditentukan secara lebih cermat dan sesuai dengan kebutuhan riil di lapangan.
H.Arfan Angotta dewan Provinsi Fraksi NasDem menyampaikan, pelaksanaan pekerjaan yang tidak tepat sasaran berpotensi kurang memberikan manfaat optimal bagi masyarakat. Bahkan, kondisi tersebut dinilai dapat mengurangi efektivitas penggunaan anggaran pembangunan infrastruktur. Ujar Arfan
Dengan demikian, diharapkan pihak Dinas Pekerjaan Umum maupun Balai terkait dapat melakukan peninjauan kembali terhadap lokasi-lokasi pekerjaan selanjutnya.
agar pelaksanaan proyek benar-benar tepat sasaran, efektif, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar. Tutup arfan










