Tanah Tumbuh, Bangsa Bangkit: Aksi Kolaborasi Tanam Jagung untuk Swasembada 2025

Berita, Pemerintahan350 Dilihat
banner 468x60

Gemparkutim.com – Kutai Timur – Dalam rangka mendukung program nasional Swasembada Pangan Tahun 2025, kolaborasi strategis lintas sektor digelar di lahan perkebunan PT. Kutai Balian Nauli (KBN), Km. 97 Divisi 5, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur. Rabu 6 Juli 2025

Kegiatan penanaman bibit jagung ini merupakan bagian dari gerakan nasional penanaman 1 juta hektar jagung di seluruh Indonesia.

Program ini terlaksana melalui kerja sama antara Polri, TNI, Kementerian Pertanian, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, GAPKI, serta pihak swasta PT. KBN, dengan dukungan penuh dari Pemerintah Desa, Koramil, dan UPTP4 Pertanian Kecamatan Bengalon.

Kegiatan penanaman jagung ini dihadiri oleh:

Kapolsek Bengalon, AKP Mohamad Yazid, S.H., M.H.

Perwakilan Danramil Bengalon, Serma Andi M.

Perwakilan Kepala UPT Pertanian Kecamatan Bengalon, Misran

Manajemen PT. KBN, Yuhsar Yahya

• Serta 11 personel dari Polsek Bengalon

Dalam sambutannya, AKP Mohamad Yazid menyampaikan bahwa program ini bukan sekadar kegiatan penanaman biasa, melainkan bentuk nyata dari sinergi dan komitmen bersama dalam membangun ketahanan pangan nasional.

 

 

 

 

 

 

“Kegiatan ini menjadi simbol kolaborasi antara kelapa sawit Indonesia dan sektor pangan. PT. KBN telah menyiapkan lahan seluas 5 hektar di dua lokasi. Kami bekerja sama dengan Pemerintah Kecamatan Bengalon, Pemerintah Desa, Koramil, dan UPT Pertanian. Ini adalah bentuk silaturahmi dan komunikasi aktif antar instansi, khususnya dalam mendukung ketahanan pangan berbasis jagung,” ujar AKP Yazid.

Manajemen PT. KBN melalui Yuhsar Yahya turut menambahkan bahwa lahan yang digunakan merupakan bagian dari dukungan perusahaan terhadap program pemerintah pusat.

“Kami menyiapkan total 5 hektar, terbagi menjadi dua titik: 2,3 hektar di lokasi pertama dan 2,7 hektar di lokasi kedua. Bibit yang digunakan adalah jagung hibrida Betras 10, dengan dosis pemakaian 7 kilogram per hektar, sehingga kami telah menyiapkan sebanyak 75 kilogram bibit. Penanaman ditargetkan rampung dalam 4 hari kerja,” terang Yuhsar.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi inspirasi dan percontohan bagi daerah-daerah lain dalam memanfaatkan lahan-lahan potensial di luar lahan pertanian konvensional. Dengan semangat gotong royong dan kolaborasi lintas lembaga, Indonesia menegaskan komitmennya untuk berdiri di atas kaki sendiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan.

Program ini bukan hanya tentang menanam jagung, tetapi juga menanam semangat persatuan, kemandirian, dan keberlanjutan demi masa depan bangsa.

Repoter Asmin

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *