Kutai Timur, GemparKutim.com – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kutai Timur dari Komisi C, Pandi Widiarto, mengungkapkan banyaknya keluhan masyarakat di daerah pemilihan (Dapil) saat melaksanakan reses pada Minggu (9/11/2025).
Reses merupakan masa bagi anggota legislatif untuk kembali ke daerah pemilihan guna menyerap aspirasi, menerima pengaduan masyarakat, serta memberikan pertanggungjawaban moral dan politis kepada para konstituen. Melalui kegiatan ini, wakil rakyat dapat mengetahui kondisi dan kebutuhan aktual warga di lapangan.
Saat dikonfirmasi media, Pandi menyampaikan bahwa beragam keluhan muncul dari masyarakat.
“Banyak ya. Yang pasti terkait kondisi hari ini, mulai dari kelangkaan gas elpiji, beasiswa, infrastruktur tata lalu lintas, hingga bangunan di perumahan dan permukiman,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa reses kali ini dipusatkan di kawasan perumahan di Swarga Bara, sehingga banyak persoalan lingkungan permukiman disampaikan langsung oleh warga.
Salah satu isu paling menonjol adalah kelangkaan gas elpiji yang belakangan menjadi perhatian serius. Menurut Pandi, situasi tersebut tidak hanya menyebabkan pasokan terbatas, tetapi juga memicu kenaikan harga secara signifikan.
“Harus menunggu laporan dinas terkait dulu, kenapa bisa langka. Dan bukan cuma langka, harganya juga naik. Sekarang bisa sampai Rp40 ribu,” jelasnya.
Ia berharap seluruh keluhan yang disuarakan masyarakat dapat segera ditindaklanjuti oleh instansi terkait. Pandi menegaskan bahwa aspirasi warga merupakan bagian penting dari kebutuhan dasar yang harus diperhatikan dan diupayakan solusinya oleh pemerintah. (Adv/DPRD)















