KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Ketua DPRD Kutai Timur (Kutim), Jimmi, menyoroti belum optimalnya sistem keamanan kebakaran di sejumlah kantor pemerintahan di daerah tersebut. Temuan ini mencuat setelah ia melakukan peninjauan ke Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), yang mendapati sebagian besar fasilitas belum memenuhi standar keselamatan yang seharusnya. 14 / 11 / 2025
Menurut Jimmi, selama ini fokus Disdamkar lebih banyak pada pelayanan kebencanaan untuk masyarakat, sementara pengawasan terhadap fasilitas keselamatan di gedung pemerintahan cenderung terabaikan. Ia menilai perlu adanya koordinasi yang lebih intens antara dinas pengguna gedung dengan Disdamkar agar langkah pencegahan dan penanganan kebakaran dapat berjalan lebih efektif.
“Keselamatan di kantor juga penting. Harus ada deteksi dini, jalur evakuasi, hingga simulasi kebakaran agar semua pegawai siap menghadapi kondisi darurat,” ujarnya.
Ia mengungkapkan bahwa sejumlah kantor, termasuk Kantor Bupati dan Gedung DPRD, diketahui belum memiliki fasilitas memadai, seperti detektor asap dan hidran dengan tekanan air optimal. “Informasi soal hidran ini juga baru saya ketahui. Mudah-mudahan segera ada perbaikan agar keamanan kantor lebih terjamin,” kata Jimmi.
Selain peralatan, Jimmi menekankan pentingnya kedisiplinan pegawai dalam menaati aturan keselamatan. Ia menyoroti masih adanya kebiasaan merokok di area kantor yang berpotensi memicu kebakaran. “Ini harus jadi perhatian serius. Semua pihak wajib menjaga keamanan di tempat kerja,” tegasnya.
Politisi PKS itu berharap pemerintah daerah segera menyiapkan program pemeliharaan dan peningkatan sarana keselamatan di seluruh fasilitas pemerintahan. Upaya tersebut dinilai penting, bukan hanya untuk melindungi aset daerah, tetapi juga untuk memastikan keselamatan pegawai dan masyarakat yang beraktivitas di lingkungan perkantoran.(Adv)












