Wabup H.Mahyunadi Hadiri Pesta Adat Pelas Tanah ke-10 Kutai Timur, Sampaikan Empati dan Arah Pembangunan Daerah

Berita500 Dilihat
banner 468x60

Sangatta, Gemparkutim.com — Pesta Adat Pelas Tanah ke-10 Kabupaten Kutai Timur berlangsung meriah di area STQ dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kutai Timur H. Mahyunadi, Anggota DPRD Provinsi H. Agus Aras, para kepala adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, paguyuban, serta masyarakat umum.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Mahyunadi menyampaikan rasa empati dan duka mendalam atas musibah yang menimpa masyarakat di wilayah Sumatera. Ia mengajak seluruh hadirin untuk mendoakan agar para korban diberi kekuatan lahir dan batin oleh Allah SWT.

“Mudah-mudahan di balik musibah ada hikmah, dan di balik kesusahan ada kemudahan. Kita doakan saudara-saudara kita diberikan kekuatan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” ujarnya.

Mahyunadi juga menyampaikan salam hangat dari Bupati Kutai Timur, Drs. H. Ardiansyah Sulaiman, M.Si., yang tidak dapat hadir di kernakan padat agenda lain.Ujarnya


Wabup mengapresiasi Lembaga Adat Kutai Timur yang kembali menyelenggarakan Pelas Tanah yang ke-10 kalinya. Menurutnya, setiap tahun kualitas penyelenggaraan semakin meningkat.

Dari tahun ke tahun, pelaksanaannya semakin membaik. Dahulu kegiatan ini murni mengedepankan adat, tetapi kini nilai keagamaan juga dikuatkan,” ucap Mahyunadi.

Ia menegaskan bahwa Pelas Tanah adalah bentuk syukur masyarakat kepada Allah SWT atas tanah Kutai Timur yang subur dan kaya sumber daya nya

“Dari dalam tanah ada minyak dan batubara, di atas tanah tumbuh tanaman, dan di udara pun ada rezeki seperti burung walet. Semua ini adalah nikmat yang harus kita syukuri,” tambahnya.


Mahyunadi menegaskan “bahwa Kutai Timur merupakan daerah yang heterogen dengan berbagai suku bangsa. Meski demikian, masyarakat mampu hidup rukun dan harmonis.

“Orang Kutai di sini bahkan lebih sedikit daripada pendatang. Tetapi alhamdulillah, semua rukun. Kerukunan adalah modal utama membangun Kutai Timur,” jelasnya.

Ia mengingatkan bahwa kekayaan alam seperti batubara dan minyak suatu hari akan habis. Oleh sebab itu, Kutai Timur harus bersiap melakukan transformasi menuju industri pariwisata dan budaya.


Mahyunadi Menambahkan bahwa CSR kini berganti istilah menjadi TJSL (Tanggung Jawab Sosial Lingkungan) sehingga terjadi keterlambatan pengesahan SK. Ia baru saja ditunjuk sebagai Ketua Pelaksana TJSL di Kutai Timur.

Ia menjelaskan bahwa ke depan, Pemprov berencana meningkatkan nilai TJSL perusahaan pertambangan agar lebih besar dan lebih berdampak bagi masyarakat.


Mahyunadi mengungkapkan rencana besar pemerintah untuk membuka 100.000 lapangan kerja baru. Pada tahun depan, PT ITAKA akan membuka tambang di Busang yang diproyeksikan menyerap 13.000 tenaga kerja. komitmen penerapan Perda yang mewajibkan perusahaan mempekerjakan minimal 80% tenaga kerja lokal. Tambang baru juga direncanakan dibuka di kawasan Muara Ancalong, Muara Wahau, dan Kombeng pada tahun 2027. Tambahnya


Di akhir sambutannya, Mahyunadi mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menjaga kekompakan dan menghindari fitnah yang dapat memecah persatuan.

“Kalau ada Bupati salah, atau Wakil Bupati salah, silakan kritik. Asal disampaikan dengan baik, jangan kasar. Kritik adalah untuk perbaikan kita bersama,” pesannya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *