Pemerintah Kutai Timur dan PT Kaltim Prima Coal Perkuat Kolaborasi Percepatan Penurunan Stunting

Berita580 Dilihat
banner 468x60

Sangatta, Gemparkutim.com – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama PT Kaltim Prima Coal (KPC) menggelar rapat koordinasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam upaya percepatan penurunan stunting di wilayah Kutim. Selasa 23 Desember 2025

 

Rapat yang dilaksanakan di ruang Rechall Wisma Raya PT KPC ini mengundang berbagai pihak terkait, termasuk dunia usaha, industri, dan organisasi masyarakat.

 

Bupati Kutim, Ardiansyah, dalam sambutannya menegaskan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan memerlukan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.

 

“Penanganan stunting tidak bisa dilakukan secara sektoral. Dibutuhkan forum kolaboratif untuk mendukung percepatan penurunan stunting, khususnya di wilayah Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Bengalon, dan Rantau Pulung,” ujarnya.

 

Ardiansyah juga menjelaskan bahwa percepatan penurunan stunting telah terintegrasi dalam 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim periode 2025-2030. Program unggulan tersebut fokus pada prioritas 22, dengan penekanan pada program layanan “Jemput Bola” yang bertujuan untuk menghentikan stunting.

 

Program ini mencakup pendidikan nonformal, layanan kesehatan, peningkatan kesejahteraan keluarga, serta pemberdayaan masyarakat miskin dan keluarga berisiko stunting.

 

Selain itu, Ardiansyah menekankan pentingnya pemanfaatan dana Bantuan Non-Biaya Administrasi (BNBA) bagi anak-anak stunting dan keluarga berisiko stunting sebagai dasar intervensi program Corporate Social Responsibility (CSR). Hal ini diharapkan agar program CSR tidak tumpang tindih dan benar-benar memberikan dampak nyata di lapangan.

 

Hj. Aipti, Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kutim, juga meminta seluruh pihak untuk terus memperluas kolaborasi, terutama dengan perusahaan-perusahaan pertambangan dan perkebunan di seluruh wilayah Kutim.

 

Sementara itu, General Manager External Affairs and Sustainable Development Division PT KPC, Wawan Setiawan, mengungkapkan keprihatinannya atas masih adanya kasus stunting di Kutim. Ia menegaskan komitmen perusahaan untuk terlibat aktif dalam penanganannya. “Ketika kami mendengar masih ada warga kita yang terkena stunting, hati saya terpanggil untuk bergerak bersama menyelesaikan persoalan ini,” kata Wawan.

 

Wawan juga optimis bahwa persoalan stunting dapat ditangani lebih cepat melalui gotong royong lintas pihak. Menurutnya, jika seluruh kontraktor yang hadir berkomitmen membantu keluarga berisiko stunting, maka hasil signifikan dapat dicapai dalam waktu yang relatif singkat.

 

Jika 50 kontraktor yang hadir ini berkomitmen membantu ratusan keluarga berisiko stunting, saya yakin dalam satu tahun masalah ini bisa kita selesaikan,” pungkas Wawan.

 

Dengan kolaborasi yang semakin terjalin, diharapkan upaya penurunan stunting di Kutim dapat berjalan lebih cepat dan efektif, memberikan dampak positif bagi masa depan generasi muda di daerah ini.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *