DPPKB Kutai Timur Siapkan Program Sekolah Lansia Mulai 2026

Achmad Junaedi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengajian rutin yang berlangsung di Aula Lobi Studio Band Genre DPPKB Kutai Timur

Berita, Pendidikan181 Dilihat
banner 468x60

SANGATTA, Gemparkutim.com – Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kabupaten Kutai Timur merancang terobosan baru melalui Program Sekolah Lansia (SIDAYA/Lansia Berdaya) yang dijadwalkan mulai berjalan pada tahun 2026.

Rencana tersebut disampaikan Kepala DPPKB Kutai Timur, Achmad Junaedi, saat memberikan sambutan dalam kegiatan pengajian rutin yang berlangsung di Aula Lobi Studio Band Genre DPPKB Kutai Timur, Sangatta, Kamis (15/1/2026).

banner 336x280

Ia menjelaskan, Sekolah Lansia merupakan bagian dari Program Bangga Kencana sekaligus wujud perhatian pemerintah daerah terhadap kelompok lanjut usia yang selama ini dinilai belum memperoleh layanan pemberdayaan secara optimal.

“Selama ini fokus kita banyak pada penanganan stunting. Padahal, lansia juga memiliki peran penting dan membutuhkan perhatian agar tetap sehat, mandiri, serta merasa bahagia di usia senja,” kata Achmad.

Program Sekolah Lansia bersifat nonformal dan disusun dalam beberapa jenjang pembelajaran, mulai dari Standar 1 (S1) hingga Standar 3 (S3).

Setiap peserta diwajibkan mengikuti sedikitnya 12 kali pertemuan sebelum dinyatakan lulus dan berhak menerima sertifikat serta ijazah Sekolah Lansia.

Adapun materi yang diberikan meliputi pemahaman proses penuaan, kesehatan fisik dan mental, pencegahan penyakit, pemenuhan gizi lansia, senam lansia, pendampingan pasca-stroke, bimbingan keagamaan, hingga pengembangan keterampilan dan kewirausahaan sederhana.

“Tujuan utama program ini bukan untuk mengembalikan lansia ke dunia kerja, melainkan memberikan ruang aktivitas yang bermakna agar mereka tetap merasa dihargai dan menikmati masa tua dengan nyaman,” ujarnya.

Pada tahap awal pelaksanaan, Sekolah Lansia akan difokuskan di Kecamatan Sangatta Utara, dengan pembukaan empat sekolah yang tersebar di tiga desa dan satu kelurahan.

Program ini dijalankan melalui kerja sama lintas sektor, melibatkan Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, pemerintah kecamatan dan desa, puskesmas, serta tokoh agama dan masyarakat.

Achmad menegaskan bahwa seluruh rangkaian kegiatan Sekolah Lansia tidak dipungut biaya dan menggunakan pendekatan jemput bola, di mana petugas mendatangi langsung para lansia di wilayah sasaran.

“Kami datang untuk melayani dan memberdayakan, bukan membebani. Semua ini gratis untuk para lansia,” tegasnya.

Program Sekolah Lansia direncanakan akan diluncurkan secara resmi bersama Bupati Kutai Timur. DPPKB menargetkan para peserta dapat diwisuda secara serentak pada akhir tahun 2026.

Melalui inovasi ini, DPPKB Kutai Timur berharap dapat menjadi percontohan bagi daerah lain dalam meningkatkan kepedulian pemerintah terhadap kesejahteraan dan kualitas hidup lanjut usia. (Mei)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *