KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com— Panggung politik di Kabupaten Kutai Timur mendapat warna baru dengan hadirnya Partai Gerakan Mandiri Bangsa (Partai Gema Bangsa)
yang menyatakan siap berpartisipasi pada pesta demokrasi lima tahunan tahun 2029 mendatang.
Partai Gema Bangsa yang dipimpin oleh Ketua Umum Ahmad Rofiq mengusung konsep politik bersih dan mandiri, serta menolak praktik politik transaksional.

Partai ini mengklaim lahir dari suara rakyat dan membawa semangat pembaruan melalui sistem desentralisasi politik dan kaderisasi.
“Mandiri berarti bangsa yang berdaulat, tidak mudah didikte, dan mampu menentukan arah sendiri,” demikian salah satu prinsip yang diusung Partai Gema Bangsa.
Desentralisasi politik yang ditawarkan partai ini menekankan demokrasi terbuka dan egaliter, mulai dari tingkat desa hingga daerah.
Konsep tersebut diharapkan mampu melawan praktik politik feodalisme serta budaya anti-kritik yang dinilai masih mengakar dalam sistem politik lama.
Dengan mengusung semangat “Indonesia Reborn”, Partai Gema Bangsa menegaskan komitmennya membangun tatanan politik baru yang lebih transparan dan bersih, sebagai antitesis dari politik lama yang dinilai tertutup dan elitis.
Di Kutai Timur, Partai Gema Bangsa resmi memberikan mandat kepemimpinan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) kepada salah satu tokoh lokal Ketua Hadi supranoto Spd.Mpd.
Dalam waktu kurang dari satu bulan, kepengurusan partai diklaim telah terbentuk hingga tingkat kabupaten dan 18 Dewan Pimpinan Cabang (DPC) di 18 kecamatan se-Kutai Timur.
Hadi Mengatakan Respon masyarakat sangat luar biasa, Ini menjadi sinyal bahwa masyarakat mulai jenuh dengan konsep partai politik lama dan menginginkan perubahan nyata,” ujar Hadi supranoto
Ia menegaskan, Partai Gema Bangsa hadir bukan untuk menciptakan kegaduhan politik, melainkan memberikan arah baru yang jelas melalui penguatan kewenangan daerah.
Dalam konsep tersebut, daerah tidak lagi bergantung pada izin dan rekomendasi pusat, sementara pemerintah pusat cukup berperan dalam fungsi pengawasan.
“Sudah saatnya kita berbenah. Kutai Timur harus mandiri, Kutim Reborn,” tegas Hadi
Partai Gema Bangsa juga mengajak masyarakat menjadikan partai politik sebagai rumah perjuangan, bukan sekadar kendaraan politik sesaat.
Menurutnya, selama politik tetap berpihak dan berjalan bersama rakyat, kebenaran dan kemenangan akan selalu menyertai. Tutupnya
















