Gemparkutim.com Bengalon – Di tengah sorotan publik dan viralnya kondisi jalan provinsi yang rusak parah, persatuan organisasi di Kecamatan Bengalon mengambil langkah tegas. Minggu 1 Maret 2026
Tanpa menunggu realisasi anggaran atau janji politik, masyarakat bergerak melakukan gotong royong memperbaiki jalan secara swadaya.
Aksi ini bukan sekadar kerja bakti biasa. Ini adalah bentuk kegelisahan kolektif atas infrastruktur yang dinilai lama dibiarkan rusak dan membahayakan pengguna jalan.

Lubang menganga, genangan air, hingga risiko kecelakaan menjadi pemandangan sehari-hari yang akhirnya memicu solidaritas Organisasi kec.Bengalon.
Puluhan organisasi, pemuda, tokoh lokal bersatu. Dengan peralatan seadanya dan dana patungan.
mereka menimbun lubang dan meratakan permukaan jalan yang selama ini dikeluhkan warga.
Meski dilakukan tanpa pernyataan frontal, aksi ini menjadi tamparan keras bagi pihak pemerintah yang memiliki kewenangan atas jalan provinsi,

Warga memilih bekerja daripada terus menunggu. Mereka menegaskan kegiatan ini murni swadaya dan bukan untuk menyudutkan pemerintah.
namun pesan moralnya jelas, keselamatan masyarakat tidak bisa ditunda oleh birokrasi.
Sejumlah Organisasi menyebut kondisi jalan tersebut telah berlangsung lama tanpa perbaikan signifikan.
Padahal, jalur itu merupakan akses vital bagi aktivitas ekonomi, distribusi barang, hingga mobilitas harian masyarakat Bengalon.
Pengamat sosial menilai, fenomena ini menunjukkan dua hal, kuatnya budaya gotong royong masyarakat dan lemahnya respons terhadap kebutuhan infrastruktur di daerah.
Imbas nya Malah Anggaran 8.5 M, Untuk di belikan mobil mewah, bukan nya, Anggaran itu untuk perbaikan jalan dan lain – lain. Ujar Pengamat yang tidak mau di sebutkan nama
nya.
Ketika warga harus turun tangan memperbaiki jalan yang menjadi tanggung jawab negara, muncul pertanyaan serius tentang prioritas pembangunan dan pengawasan anggaran. Tutupnya
Aksi gotong royong ini diharapkan menjadi momentum evaluasi. Pemerintah daerah maupun provinsi didesak untuk segera memberikan solusi permanen, bukan sekadar tambal sulam sementara.
masyarakat dan Ormas Bengalon telah membuktikan satu hal, ketika keselamatan dan kepentingan bersama dipertaruhkan, solidaritas menjadi jawaban.
Namun di balik semangat tersebut, terselip pesan tegas—negara tidak boleh abai terhadap tanggung jawab dasarnya.









