Program Jagung Polres Kutim Jadi Pilot Project Industri Pertanian di Kaltim

sejak tahun 2025 hingga 2026, Polres Kutai Timur telah melakukan penanaman jagung di berbagai wilayah dengan total luas lahan mencapai 328 hektare. Dari luasan tersebut, produksi jagung yang dihasilkan mencapai sekitar 155 ton

POLRI5096 Dilihat
banner 468x60

Kutai Timur, Gemparkutim.com – Polres Kutai Timur melaksanakan kegiatan penanaman jagung serentak kuartal I tahun 2026 di Desa Sepaso Barat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap program swasembada pangan nasional serta implementasi program Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Sabtu (7/3/2026)

Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto mengatakan kegiatan ini terlaksana berkat dukungan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, perusahaan swasta hingga kelompok tani di Bengalon.

“Kami mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerja sama seluruh pihak, khususnya Polsek Bengalon, perusahaan mitra seperti PT KPC dan PT Perkasa Inakerta, serta kelompok tani yang telah membantu menyukseskan kegiatan ini,” ujar AKPB Fauzan Arianto

Kapolres menjelaskan, sejak tahun 2025 hingga 2026 Polres Kutai Timur telah melakukan penanaman jagung di lahan seluas 328 hektare, berbagai sekecamatan kutai timur dengan hasil produksi mencapai sekitar 155 ton.

Penyerahan bantuan Kelompok tani.

Dari hasil tersebut, sekitar 10 ton jagung telah disalurkan ke Bulog Samarinda pada kuartal pertama tahun ini.

Kutai Timur juga ditunjuk oleh Kapolda Kalimantan Timur sebagai salah satu pilot project industrialisasi pertanian jagung.

Program ini diharapkan dapat terintegrasi dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur makan bergizi gratis serta pengembangan peternakan ayam dan sapi.

“Harapan Kapolres ke depan jagung yang dihasilkan tidak hanya dimanfaatkan sebagai komoditas pangan, tetapi juga dapat diolah menjadi pakan ternak sehingga mendukung ketahanan pangan secara terpadu,” Tambahnya Kapolres

Penanaman Jagung Serentak Kuartal I Tahun 2026 Dalam Rangka Mendukung Swasembada Jagung Di Kabupaten Kutai Timur.

Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur Komisi III, H. Arfan SE,. M.Si, turut memberikan apresiasi terhadap kegiatan penanaman jagung serentak tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara aparat kepolisian, pemerintah daerah, perusahaan melalui program CSR serta kelompok tani merupakan langkah positif dalam memperkuat sektor pertanian di daerahnya, Terkusus Wilayah Bengalon.

“Program penanaman jagung sangat baik karena melibatkan banyak pihak, mulai dari Polres, pemerintah daerah, perusahaan hingga kelompok tani. Ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan memang harus dibangun dengan kerja sama dan sinergi bersama,” ujar Arfan

Ia menilai wilayah Bengalon memiliki potensi lahan yang cukup baik untuk pengembangan pertanian jagung maupun komoditas lainnya.

Dengan dukungan teknologi pertanian dan mekanisasi, diharapkan hasil produksi dapat meningkat serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.

Arfan juga berharap program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan dan tidak hanya bersifat seremonial.

Ia menekankan pentingnya dukungan sarana dan prasarana pertanian seperti alat dan mesin pertanian (alsintan), bibit unggul serta akses pasar bagi para petani.

“Kami di DPRD Provinsi tentu mendukung upaya-upaya yang mendorong peningkatan produksi pertanian. Ke depan perlu ada penguatan fasilitas pertanian serta pendampingan kepada kelompok tani agar program ini benar-benar memberikan dampak bagi kesejahteraan masyarakat,” jelas Arfan kepada awak Media Gemparkutim.

Di sisi lain, Roto Setyo Budi Kepala Desa Sepaso Barat, “menyampaikan bahwa sejumlah perusahaan selama ini telah memberikan bantuan melalui program CSR di sektor pertanian, seperti penyediaan bibit, pupuk hingga peralatan pertanian.

Bantuan tersebut diharapkan dapat terus berlanjut untuk mendukung kegiatan pertanian masyarakat, terutama di tengah keterbatasan anggaran desa.

Hal senada disampaikan Camat Bengalon Muh. Harun Al Rasyid, S.STTP., M.Si, yang menyatakan dukungannya terhadap program penanaman jagung tersebut. Ia menilai kondisi lahan di wilayah Bengalon cukup potensial untuk pengembangan pertanian jagung.

“Kami berharap kegiatan ini dapat didukung oleh Gapoktan, Dinas Pertanian dan seluruh pihak terkait sehingga hasil panen jagung nantinya dapat sesuai dengan target yang diharapkan,” kata Rasyid Camat Bengalon.

Brigadir Pangan Andrie Yuniarsa, ST, menjelaskan bahwa keberhasilan program penanaman jagung memerlukan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari perusahaan, lembaga pertanian hingga kelompok tani.

Menurutnya, perusahaan memberikan dukungan penuh dalam bentuk penyiapan lahan, bibit, pupuk hingga obat-obatan, sementara kelompok tani bertanggung jawab terhadap pengelolaan dan perawatan tanaman.

Selain itu, Unit Pelayanan Jasa Alsintan (UPJA) turut berperan dalam mendukung mekanisasi pertanian, mulai dari pengolahan lahan, panen menggunakan mesin kombain hingga proses pascapanen seperti pemipilan dan pengeringan jagung.

“Dengan mekanisasi, proses budidaya jagung dapat dilakukan lebih optimal dan efisien, terutama untuk lahan yang cukup luas,” ungkap Andre.

Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyaksian Zoom meeting bersama Polda Kalimantan Timur serta penanaman jagung secara simbolis di lokasi kegiatan. Diharapkan dalam dua hingga tiga bulan ke depan tanaman jagung tersebut dapat dipanen dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar. Tutup Kapolres

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *