Hadirnya PT Kobenxindo Cement Ubah Wajah Desa Sekerat, Ekonomi Warga Kian Bergerak

PT Kobenxindo Cement Jadi Pemicu Perubahan Infrastruktur dan Ekonomi di Desa Sekerat

Berita4395 Dilihat
banner 468x60

Kutai Timur, Gemparkutim.com — Kehadiran perusahaan PT.KOBEXINDO CEMENT di wilayah Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, dinilai memberikan dampak positif yang cukup besar bagi masyarakat setempat.

Warga menyebut, sejak perusahaan mulai beroperasi, berbagai aspek kehidupan di desa mengalami perubahan, terutama pada sektor ekonomi, infrastruktur jalan, hingga akses listrik dan jaringan komunikasi.

Wandy salah seorang warga lokal desa sekerat menyampaikan bahwa sebelum perusahaan hadir, kondisi Desa Sekerat jauh lebih tertinggal, terutama dari sisi fasilitas dasar.

Kini, masyarakat merasakan adanya peningkatan taraf hidup yang cukup signifikan.

“Sejak ada PT.KOBENXINDO CEMENT, Sekerat itu hidup. Jauh lebih hidup dibanding sebelumnya,” ujar wandy dalam wawancara.

Menurutnya, perubahan paling nyata terlihat pada akses listrik. Ia mengatakan, keberadaan listrik di wilayah tersebut tidak lepas dari kontribusi perusahaan.

wawancarai wandy, terkait dampak PT.KOBEXINDO CEMENT kepada masyarakat, dari terkait jalan dan dari penghasilan 

Selain itu, kondisi jalan desa juga mulai membaik dibandingkan beberapa tahun lalu, meski belum sepenuhnya ideal.

wandy yang telah lama tinggal di Desa Sekerat mengaku sangat merasakan perbedaan itu.

Jika sebelumnya jalan desa sulit dilalui, terutama saat hujan, kini akses tersebut dinilai jauh lebih baik.

“Kalau dibandingkan dulu, sekarang jalan sudah sekitar 60 persen lebih bagus. Dulu kalau hujan, kami bisa tidak lewat sama sekali, bahkan sampai harus bermalam di jalan,” ujar wandy

Ia menuturkan, pada masa lalu jalan di wilayah itu hanya bisa dilalui melalui satu jalur sempit dengan kondisi yang memprihatinkan.

Saat musim hujan, kendaraan sering terjebak karena jalan berlumpur dan licin. Kini, meski masih ada keluhan dari pendatang baru, warga lama menilai peningkatan jalan sudah sangat terasa.

Selain infrastruktur, masyarakat juga menyoroti dampak ekonomi dari keberadaan perusahaan.

Seorang narasumber yang bekerja di sektor transportasi atau operasional perusahaan mengungkapkan bahwa pendapatan pekerja dipengaruhi banyak faktor, seperti kondisi unit kendaraan dan faktor cuaca.

Ia menjelaskan, jika tingkat operasional unit dapat berjalan hingga sekitar 75% dan kondisi alam mendukung, maka rata-rata pendapatan masih tergolong baik.

Dalam sebulan, pendapatan kotor disebut bisa berada di angka Sekitar Rp30 Juta, dengan kewajiban pembayaran cicilan kendaraan sekitar Rp15 juta. Dari sisa itu.

pekerja masih dapat membawa pulang penghasilan yang cukup untuk kebutuhan keluarga.

“Kalau kondisi unit bagus dan cuaca bersahabat, pendapatan masih bisa di atas Rp30 juta. Setelah bayar mobil sekitar Rp15 juta, masih ada sisa. Untuk uang saku, masih bisa dapat di atas Rp5 juta,” ujar pak wandy sambil tersenyum

Sistem kerja yang diterapkan, lanjut dia, berbasis retase, meski perhitungan pendapatan dilakukan secara bulanan.

Di sisi lain, warga juga menyinggung adanya isu-isu terkait upaya penutupan akses jalan maupun penolakan terhadap perusahaan.

Namun, menurut mereka, persoalan itu lebih banyak dipengaruhi kepentingan internal sejumlah pihak dan bukan sepenuhnya mewakili suara masyarakat luas.

“Kalau soal isu penutupan jalan atau menutup perusahaan, itu lebih ke kepentingan masing-masing. Ada banyak faktor, termasuk ada juga yang mungkin ingin mencari pekerjaan,” Tegas Wandy

Masyarakat menilai kawasan Sekerat dan Mampang yang berada di sekitar area operasional perusahaan semestinya menjadi wilayah prioritas perhatian, mengingat keduanya masuk dalam lingkar utama atau ring satu perusahaan.

Warga juga membandingkan kontribusi PT Kobenxindo Cement dengan perusahaan-perusahaan lain yang sebelumnya lebih dulu beroperasi di wilayah Sekerat.

Menurut mereka, bantuan dari perusahaan lama umumnya masih terbatas pada perbaikan jalan musiman atau bantuan bahan bakar untuk penerangan pada malam hari.

“Dulu penerangan hanya hidup dari sore sampai tengah malam. Tidak sampai pagi. Sekarang kondisinya jauh lebih baik,” ungkapnya.

Tak hanya itu, akses jaringan telekomunikasi di Desa Sekerat juga disebut semakin memadai. Warga berharap penguatan jaringan bisa terus diperluas hingga ke daerah-daerah yang belum terjangkau,

Foto di ambil dari Drone

Perubahan yang dirasakan warga ini juga ramai menjadi pembahasan di media sosial.

Beberapa unggahan tentang kondisi jalan di Sekerat memunculkan perdebatan di kalangan masyarakat.

Sebagian menilai jalan masih buruk, sementara warga lama menegaskan bahwa kondisinya sudah jauh lebih baik dibanding lima tahun lalu.

“Kalau orang baru datang, mungkin bilang jalannya jelek. Tapi kalau kami yang sudah puluhan tahun di desa sekerat, ini sudah jauh sekali perubahannya,” kata warga desa sekerat

Bagi masyarakat Desa Sekerat, kehadiran PT Kobenxindo Cement bukan sekadar soal aktivitas industri,

tetapi juga dianggap sebagai salah satu pemicu perubahan pembangunan desa yang selama ini mereka dambakan.

Repoter ( AS )

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *