Festival Sekerat Nusantara V Siap Menyapa, Budaya Kutai dan Geopark Jadi Kebanggaan Daerah

Berita2848 Dilihat
banner 468x60

Bengalon, Gemparkutim.com — Festival Sekerat Nusantara V melalui rapat pemantapan yang melibatkan unsur pemerintah kecamatan, desa, dinas terkait, TNI-Polri, perusahaan, serta sejumlah pihak pendukung.

Agenda Festival sekerat nusantara tahunan tersebut dijadwalkan berlangsung pada 9 hingga 11 Juli 2026 di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur. 22/6/2026

Rapat pemantapan tersebut menjadi forum penting untuk menyatukan kesiapan teknis, pembagian peran, dukungan anggaran, serta penguatan konsep budaya yang akan ditampilkan dalam festival tahun ini.

Camat Bengalon, Harun Rasyif dalam arahannya menyampaikan bahwa Festival Sekerat Nusantara V merupakan kegiatan besar yang perlu dipersiapkan secara matang.

Ia meminta seluruh pihak, terutama panitia desa dan dinas terkait, dapat menyampaikan secara terbuka hal-hal yang sudah disiapkan maupun yang masih membutuhkan dukungan bersama.

“Ini kegiatan besar yang sudah dilaksanakan beberapa tahun terakhir. Karena itu, hari ini kita perlu mengetahui apa saja yang sudah disiapkan, apa yang belum, dan apa yang bisa kita bantu bersama,” ujar Harun

Selain membahas kesiapan festival, Harun Rasyid juga mengajak seluruh pihak untuk turut menyosialisasikan Geopark Sangkulirang-Mangkalihat kepada masyarakat.

keberadaan geopark tersebut harus menjadi kebanggaan daerah sekaligus bagian dari promosi wisata, budaya, dan identitas Kutai Timur.

Ia juga mengimbau agar masyarakat, pemerintah desa, hingga pihak perusahaan ikut menyebarluaskan informasi mengenai geopark, termasuk melalui media sosial dan status WhatsApp.

Hal itu dinilai penting mengingat adanya agenda simulasi dan penilaian resmi dari kementerian dalam waktu dekat.

“Mari kita sama-sama sosialisasikan kepada masyarakat. Kita jadikan ini sebagai brand daerah, sebagai situs wisata dan budaya yang harus kita angkat bersama,” tambahnya Harun Rasyid camat bengalon

Sementara itu, perwakilan Desa Sekerat, Dandi Wijaya, menjelaskan bahwa pihak desa telah mulai melakukan sejumlah persiapan, termasuk gotong royong, pembersihan area, serta latihan penyambutan tamu undangan.

Ia menyebutkan bahwa konsep kegiatan tahun ini diharapkan lebih menonjolkan budaya adat Kutai dibandingkan unsur hiburan modern.

Menurut Dandi, Desa Sekerat juga telah menyiapkan beberapa opsi lokasi kegiatan, di antaranya kawasan Teras Sekerat, Alam Pangkoli, dan tempat adat.

Namun, keputusan akhir terkait lokasi pembukaan dan penutupan masih menunggu peninjauan langsung dari pihak event organizer atau EO.

“Kami berharap EO bisa turun langsung ke Sekerat untuk melihat kondisi lapangan. Apakah Teras Sekerat bisa digunakan untuk pembukaan, atau tetap menggunakan dua wilayah seperti tahun lalu, itu perlu dikaji bersama,” Ujar dandi

Dandi juga memaparkan bahwa rangkaian adat di Desa Sekerat akan dimulai lebih awal, yakni sejak 5 Juli 2026 malam melalui kegiatan belian yang berlangsung selama tujuh malam.

Puncak ritual adat tersebut direncanakan berupa penurunan kapal Ulun Naga

Dalam rangkaian tersebut, pihak desa juga berencana menampilkan tarian adat serta menghadirkan duta tari dan duta pustaka dari Samarinda untuk membantu menjelaskan makna setiap prosesi adat kepada masyarakat dan pengunjung.

“Biasanya banyak orang yang belum memahami makna belian. Karena itu, kami ingin ada penjelasan di setiap malamnya, mulai dari hari pertama sampai malam terakhir,” terangnya.

Dalam kesempatan yang sama, H. Arfan, SE,. M.Si Angotta dewan Provinsi yang hadir rapat tersebut, menyoroti pentingnya keterbukaan terkait kebutuhan dukungan kegiatan.

Festival Sekerat Nusantara merupakan agenda besar dan telah menjadi kegiatan tahunan, maka pelibatan perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan perlu dilakukan secara lebih jelas.

jika masih ada kekurangan anggaran atau kebutuhan teknis, panitia sebaiknya menyampaikan secara terbuka agar dukungan dari berbagai pihak dapat diarahkan dengan tepat.

“Kalau memang ada kekurangan anggaran, sampaikan saja. Karena ini kegiatan bersama. Perusahaan-perusahaan yang ada di Bengalon juga bisa dilibatkan untuk memberikan dukungan,” ujar H.Arfan dari Fraksi NasDem

Ia juga menyarankan agar kontribusi perusahaan maupun pihak pendukung lainnya dapat ditampilkan secara proporsional, misalnya melalui baliho atau media publikasi kegiatan.

Hal tersebut dinilai sebagai bentuk apresiasi sekaligus bukti keterlibatan bersama dalam menyukseskan festival.

“Insyaallah kami siap berpartisipasi, apapun bentuknya. Tetapi yang penting, koordinasinya harus jelas,” tambah Arfan

Rifanie perwakilan Dinas Pariwisata Kutai Timur,  menjelaskan bahwa Festival Sekerat Nusantara telah menjadi agenda rutin tahunan pemerintah.

Namun, ia menegaskan bahwa pelaksanaan festival tidak hanya menjadi tanggung jawab Dinas Pariwisata semata, melainkan juga perlu melibatkan Dinas Kebudayaan dan Dinas Pemuda dan Olahraga.

Menurut Rifaini, Dinas Pariwisata akan menangani sejumlah agenda seperti lomba kreasi tari pesisir, lomba kuliner daerah berbahan hasil laut, lomba fashion batik untuk kepala desa, lomba menyanyi dangdut, lomba layang-layang hias, lomba foto potensi wisata Sekerat, serta bazar UMKM dan ekonomi kreatif.

“Tidak semua kegiatan bisa kami tangani karena keterbatasan anggaran. Ada kegiatan yang memang menjadi kewenangan dinas lain, seperti olahraga tradisional yang seharusnya melibatkan Dispora, serta ritual adat yang lebih tepat ditangani Dinas Kebudayaan,” jelas Rifaini

Ia menambahkan, kegiatan seperti lomba begasing, olahraga tradisional, hingga tari massal Jepen masih membutuhkan dukungan tambahan, baik dari dinas terkait maupun sponsor.

Karena itu, koordinasi lintas sektor dinilai sangat penting agar seluruh agenda dapat berjalan maksimal.

Rifaini juga mendukung arahan Camat Bengalon terkait promosi Geopark Sangkulirang-Mangkalihat.

Ia berharap momentum Festival Sekerat Nusantara V dapat menjadi ruang untuk memperkenalkan potensi wisata, budaya, adat, dan ekonomi kreatif Kecamatan Bengalon kepada masyarakat luas.

“Festival ini bukan hanya hiburan, tetapi juga ruang untuk mengangkat potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif lokal,” ujarnya.

Melalui rapat pemantapan tersebut, seluruh pihak diharapkan dapat mempercepat koordinasi teknis, memastikan kesiapan lokasi, menyusun rundown acara secara detail, serta memperjelas pembagian tugas antara desa, kecamatan, dinas, EO, aparat keamanan, dan pihak pendukung lainnya.

Festival Sekerat Nusantara V diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial tahunan, tetapi juga mampu memperkuat identitas budaya Kutai dan menggerakkan ekonomi masyarakat lokal,

serta mendukung promosi wisata Kutai Timur melalui Desa Sekerat sebagai salah satu kawasan budaya dan pesisir yang potensial di Kecamatan Bengalon.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *