KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Pemerintah Desa Sekerat, Kec.Bengalon Kutai timur, di dukung PT Kaltim Prima Coal (KPC) menyerahkan bantuan alat pertanian kepada Kelompok Wanita Tani (KWT) Sekura Bawah pada Senin (6/7/2026).
Bantuan tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan produktivitas pertanian serta memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menyampaikan bahwa bantuan yang diberikan meliputi berbagai peralatan pertanian seperti mesin pengolah tanah, pompa air, selang, hingga perlengkapan pendukung lainnya.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah desa dan pihak perusahaan melalui program pemberdayaan masyarakat.
“Kelompok wanita tani Sekura Bawah optimis untuk berkebun dan menanam sayur-mayur. Pemerintah desa mendukung penuh melalui kolaborasi bersama PT KPC. Alat-alat sudah kami serahkan, tinggal bagaimana keseriusan masyarakat untuk mengelolanya,” ujar Sunan Dhika
Ia menambahkan, program ini tidak hanya berhenti pada pemberian bantuan, tetapi juga akan disertai dengan pendampingan dan pembinaan agar hasil pertanian dapat memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat, khususnya kelompok wanita tani.
Selain itu, pemerintah desa juga mendorong keterlibatan Rukun Tetangga (RT) dalam pengembangan pertanian berbasis komoditas. Dari total 16 RT yang ada, masing-masing diharapkan dapat membentuk kelompok tani dengan fokus komoditas tertentu seperti cabai, tomat, atau terong.
“Setiap RT bisa memiliki komoditas unggulan masing-masing. Nanti hasilnya dikumpulkan dan dipasarkan bersama, sehingga ekonomi di tingkat RT ikut bergerak,” tegas kepala desa saat di wawancarai di ruangan nya
Sementara itu, Bahrul kepala Dusun 3 sekurau Bawah,menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan oleh pemerintah desa dan PT KPC.
Ia menilai bantuan tersebut sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya kelompok wanita tani yang selama ini masih mengelola pertanian dalam skala kecil.
“Dengan adanya bantuan ini, diharapkan produksi pertanian bisa meningkat dan ke depan juga ada penguatan dalam aspek pemasaran hasil pertanian masyarakat,” ujar bahrul
Pemerintah desa berharap program ini dapat menjadi langkah awal penguatan ekonomi berbasis komunitas yang berkelanjutan, serta menjadi contoh pengembangan pertanian desa yang kolaboratif dan produktif.


















