KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Festival Sekerat Nusantara V resmi berakhir setelah berlangsung selama tiga hari di Pantai Sekerat, Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, pada 10–12 Juli 2026.
Bupati Kutai Timur, Dr H. Ardiansyah Sulaiman M.Si yang menghadiri acara penutupan pada Minggu (12/7/2026), menegaskan bahwa Festival Sekerat Nusantara menjadi momentum penting untuk memperkenalkan kekayaan alam, sejarah, budaya, dan kreativitas masyarakat setempat.
“Mungkin sebelumnya kita tidak pernah membayangkan bahwa Desa Sekerat memiliki panorama yang begitu indah dengan berbagai keunggulan yang dimilikinya,” ujar Ardiansyah dalam sambutannya.
Menurutnya, Sekerat juga menyimpan jejak sejarah yang panjang. Salah satu penandanya terlihat dari keterangan tahun 1950 pada sebuah makam di desa sekerat yang ada di dusun sekurau bawah. Ardiansyah memperkirakan keberadaan Desa Sekerat telah dimulai jauh sebelum tahun itu.
Ia juga menyinggung cerita mengenai kejayaan Sekerat pada masa lalu. Saat itu, kapal-kapal dagang disebut kerap singgah di kawasan tersebut sehingga Sekerat memiliki posisi penting dalam aktivitas perdagangan dan perekonomian masyarakat pesisir.
Ardiansyah Sulaiman menilai penyelenggaraan festival selama lima tahun terakhir telah membantu masyarakat melihat kembali potensi besar yang dimiliki desanya.
Potensi tersebut harus dikelola secara berkelanjutan agar mampu menarik kunjungan wisatawan dan memberikan manfaat ekonomi secara langsung kepada masyarakat.
“Pariwisata merupakan salah satu sektor yang dapat mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif masyarakat. Demikian pula kegiatan olahraga yang dikemas melalui Piala Bupati turut menggerakkan aktivitas ekonomi,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, lanjut Ardiansyah, terus mendorong pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif melalui kolaborasi berbagai perangkat daerah, terutama dinas yang membidangi pariwisata dan kebudayaan.
Saat ini, Kutai Timur telah memiliki sejumlah agenda budaya, antara lain Festival Sekerat Nusantara, Festival Muara Bengalon, Festival Pulau Miang, Festival Sangkulirang, serta Festival Adat dan Budaya Pantai Marang dan Jepu-Jepu.
Pemkab Kutim juga merencanakan penyelenggaraan Erau Adat Kutai Timur untuk pertama kalinya pada tahun ini setelah terbentuknya kelembagaan pemangku adat Kutai di daerah tersebut. Pelaksanaannya direncanakan berdekatan atau dirangkaikan dengan peringatan Hari Ulang Tahun Kabupaten Kutai Timur.
Selain memiliki kekayaan budaya, Ardiansyah menyebut Kutai Timur mempunyai posisi penting dalam perjalanan sejarah dan geologi. Wilayah Kutai dikenal sebagai tempat berdirinya kerajaan tertua di Nusantara.
Pemerintah daerah saat ini juga masih menantikan keputusan pemerintah pusat mengenai penetapan Geopark Sangkulirang–Mangkalihat. Sebagian bentang kawasan tersebut mencakup wilayah Bengalon, Sekerat, hingga Kaliorang.
“Bumi yang kita pijak di Kutai Timur merupakan kawasan yang memiliki nilai penting dalam sejarah dunia. Jejak kehidupan manusia di wilayah ini bahkan dapat ditelusuri hingga sekitar 40.000 tahun lalu,” tuturnya Ardiansyah
Ardiansyah mengajak pemerintah desa, masyarakat, pelaku wisata, generasi muda, dan seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menjaga kekayaan alam dan budaya t.
Pelestarian dinilai penting agar pengembangan pariwisata tetap berjalan tanpa menghilangkan identitas dan warisan masyarakat setempat.
Penutupan Festival Sekerat Nusantara V turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Kabupaten Kutai Timur, jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, pemerintah kecamatan dan desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta masyarakat Desa Sekerat.












