KUTIM – Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutai Timur (Kutim) menggelar Sosialisasi Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) Tahun 2026 di Hotel Royal Victoria Sangatta, Senin (20/7). Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari hingga 21 Juli dan diikuti sekitar 80 pelaku usaha.
Kepala DPMPTSP Kutim Novian Prananta mengatakan kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait kewajiban pelaporan investasi sekaligus memberikan pendampingan teknis dalam penyusunan LKPM.
“Tujuan utama kegiatan ini adalah memberikan edukasi dan pendampingan teknis secara langsung kepada pelaku usaha terkait pelaporan investasi yang valid sehingga kepatuhan administrasi meningkat dan terhindar dari risiko sanksi administrasi,” ujarnya.
Novian menjelaskan, sosialisasi dibagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama dilaksanakan Senin (20/7) dan diikuti 40 peserta, sedangkan gelombang kedua berlangsung Selasa (21/7) dengan jumlah peserta yang sama.
Dalam kesempatan itu, DPMPTSP juga memaparkan capaian investasi Kutim. Sepanjang 2025, realisasi investasi tercatat mencapai Rp20,007 triliun atau melampaui target Rp12,5 triliun.
Capaian tersebut menempatkan Kutim sebagai daerah dengan realisasi investasi tertinggi kedua di Kalimantan Timur. Menurut Novian, kondisi itu menunjukkan iklim investasi di Kutim masih menarik bagi pelaku usaha.
Untuk 2026, Kutim mendapat target investasi sebesar Rp18,42 triliun. Hingga triwulan I, realisasi investasi telah mencapai Rp3,18 triliun atau sekitar 17,28 persen dari target tahunan.
“Capaian itu tidak lepas dari kontribusi aktivitas usaha para pelaku usaha yang berinvestasi di Kutai Timur,” ujarnya.
Novian menambahkan, DPMPTSP akan terus meningkatkan kualitas pelayanan dan pendampingan kepada pelaku usaha. Menurut dia, instansinya berupaya bertransformasi dari sekadar penyelenggara perizinan menjadi mitra yang mendampingi investor dalam menjalankan usaha di Kutim.
“Kami akan terus bertransformasi untuk menjadi fasilitator dan mitra yang siap mendampingi pelaku usaha,” pungkasnya. (*/GK8)















