KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menyoroti persoalan debu yang semakin dirasakan masyarakat selama musim kemarau, baik dari kondisi jalan maupun aktivitas perusahaan batu bara di sekitar wilayah pesisir desa sekerat kec.bengalom kutai timur, Selasa 1/9/2026
Menurutnya, dari sekitar 23 kilometer jalan menuju Desa Sekerat, masih sekitar 18 kilometer yang belum disemenisasi. Kondisi tersebut menyebabkan debu cukup parah ketika kendaraan melintas.
Selain itu, masyarakat juga mengeluhkan debu yang diduga berasal dari aktivitas conveyor dan kegiatan batu bara di sekitar wilayah laut Desa Sekerat.
“Kalau berbicara dampak, kami merasakannya dari darat sampai ke laut. Kesehatan masyarakat juga harus menjadi perhatian,” ujar Sunan Dhika.
Ia meminta pemantauan kualitas udara dilakukan secara maksimal, terutama saat musim kemarau, serta hasil pengukuran dapat disampaikan secara terbuka kepada pemerintah desa dan masyarakat. Tambahnya
Sunan juga kembali menyampaikan lewat awak media, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur, Agar semenisasi jalan menuju Desa Sekerat segera mendapatkan perhatian.
Menurutnya, besarnya investasi dan aktivitas perusahaan di sekitar Desa Sekerat seharusnya berjalan seimbang dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan infrastruktur.
“Kami tidak menolak investasi. Tetapi jangan sampai masyarakat hanya menjadi penonton dan lebih banyak merasakan dampaknya. Kalau dampaknya besar, manfaatnya juga harus nyata dirasakan masyarakat,” tegasnya.
Ia berharap pemerintah daerah bersama perusahaan terkait segera mengambil langkah konkret dalam pengendalian debu, pemantauan lingkungan, serta percepatan pembangunan jalan Desa Sekerat.












