Bidik Desa Mandiri, Kades Sekerat Jadikan Pariwisata dan Ekonomi Warga Prioritas Pembangunan 2027

Berita963 Dilihat
banner 468x60

BENGALON, Gemparkutim.com — Pemerintah Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, mulai mematangkan arah pembangunan tahun anggaran 2027 dengan menitikberatkan pada pengembangan desa wisata, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan penguatan potensi lokal.

Hal tersebut disampaikan Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, S.AP., dalam kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) yang berlangsung di Kantor Desa Sekerat, Kamis (22/10/2026).

Sunan Dhika menilai Desa Sekerat memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi desa maju dan mandiri. Keberadaan perusahaan, pertumbuhan penduduk, serta potensi sumber daya alam dinilai dapat menjadi modal untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

Salah satu sektor yang menjadi perhatian utama adalah pengembangan desa wisata yang diharapkan mampu membuka peluang usaha baru bagi masyarakat lokal.

Menurutnya, pengembangan pariwisata tidak hanya berorientasi pada pembangunan objek wisata, tetapi juga harus memberikan manfaat ekonomi melalui usaha kuliner, perdagangan, transportasi, UMKM, dan ekonomi kreatif.

Pengembangan sektor tersebut akan terus didorong sebagai salah satu prioritas hingga akhir masa jabatannya pada 2029.

Selain pariwisata, kepala desa juga menekankan pentingnya keterlibatan Karang Taruna, PKK, kepala dusun, ketua RT, serta lembaga kemasyarakatan dalam mendukung pembangunan.

Ia berharap generasi muda dapat mengambil peran lebih aktif dalam pengembangan usaha lokal, kegiatan olahraga, dan peningkatan kesempatan kerja.

Dalam musyawarah tersebut, turut dibahas optimalisasi program dukungan anggaran tingkat RT yang disebutkan sebesar Rp250 juta.

Sunan Dhika mengingatkan agar penggunaan anggaran tersebut difokuskan pada satu atau dua kegiatan prioritas yang benar-benar dibutuhkan masyarakat, dengan tetap memperhatikan transparansi dan pertanggungjawaban administrasi.

Sementara itu, terkait rencana pemekaran wilayah Sekurau Atas, pemerintah desa masih menunggu penyelesaian proses administrasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Ia berharap proses pemekaran tidak mengurangi hubungan sosial, kekeluargaan, maupun koordinasi pembangunan antarmasyarakat.

Menutup arahannya, Sunan Dhika mengajak seluruh elemen masyarakat dan perusahaan untuk membangun kerja sama dalam memanfaatkan potensi ekonomi Desa Sekerat.

Ia menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur dari pembangunan fisik, tetapi juga dari meningkatnya kesejahteraan, terbukanya lapangan pekerjaan, serta kualitas pelayanan publik.

Melalui Musrenbang, Pemerintah Desa Sekerat berharap berbagai aspirasi masyarakat dapat menjadi dasar penyusunan program pembangunan yang realistis, terarah, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *