Samarinda, GemparKutim.Com — Gubernur Kalimantan Timur, H. Rudy Mas’ud, mengajak masyarakat dan investor untuk turut serta dalam pembangunan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) baru, sebagai solusi atas panjangnya antrean pembelian BBM bersubsidi di wilayah itu
Dalam inspeksi mendadak di SPBU PM Noor Sempaja, Samarinda, Sabtu (5/4), Rudy menyampaikan bahwa kebutuhan akan SPBU tambahan semakin mendesak seiring dengan pertumbuhan jumlah kendaraan. Ia menilai penambahan SPBU merupakan langkah strategis dalam memperlancar distribusi energi dan mengurangi beban antrean pada titik-titik pengisian yang sudah ada.
“Saya mengundang masyarakat yang berminat menjalankan usaha SPBU agar bisa langsung menghubungi pihak Pertamina. Kita harus dorong ini bersama-sama,” ujarnya.
Rudy juga menegaskan pentingnya infrastruktur energi dalam menunjang mobilitas dan pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, ketersediaan BBM yang merata dan berkualitas adalah hak masyarakat, dan pemerintah akan terus berdialog dengan berbagai pihak untuk menjamin hal tersebut.
Manager Retail Sales Regional Kalimantan Pertamina Patra Niaga, Addieb Arselan, menjelaskan bahwa untuk mendirikan satu SPBU, dibutuhkan lahan minimal 1.000 hingga 5.000 meter persegi, tergantung lokasi. Investasi awal untuk peralatan SPBU berkisar Rp3 miliar, dengan kapasitas delapan nozzle. Keuntungan bersih yang dapat diperoleh pemilik SPBU sekitar 4–5 persen dari harga jual produk BBM seperti pertalite, pertamax, dan bio diesel.
Gubernur menyampaikan komitmennya untuk terus mengawal kebijakan ini demi memperbaiki layanan distribusi BBM di Kalimantan Timur. “Saya tidak hanya ingin mendengar, tapi juga ingin bekerja bersama masyarakat untuk menyelesaikan masalah ini,” tuturnya.












