Festival Tanjung Bahari 2025 Resmi Ditutup, Wabup Mahyunadi Ungkap Rencana Pembangunan Infrastruktur di Muara Bengalon

banner 468x60

Bengalon – Festival Tanjung Bahari 2025 yang digelar di Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, resmi ditutup pada Sabtu (27/9/2025). Wakil Bupati Kutai Timur (Kutim), Mahyunadi, dalam sambutannya menyampaikan optimisme dan komitmennya untuk memajukan wilayah desa Muara Bengalon dengan rencana pembangunan infrastruktur yang terarah.

Mahyunadi wakil bupati kutim

Mahyunadi menjelaskan bahwa pemerintah daerah telah merencanakan berbagai langkah untuk menjadikan Muara Bengalon sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Kutai Timur. Menurutnya, keindahan alam dan ketenangan pemukiman di Bengalon merupakan aset yang sangat berharga dan langka di era modern ini.

“Keindahan dan kedamaian Bengalon sangat potensial untuk dikembangkan. Oleh karena itu, kami akan memperbaiki jalan, serta merencanakan pembangunan jembatan penyebrangan dan akses jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Maloy,” tegas Mahyunadi.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga kekompakan antara masyarakat dan pemerintah sebagai kunci sukses pembangunan. “Pembangunan yang baik dimulai dari hubungan yang saling percaya dan kompak antara pemerintah dan masyarakat. Dengan dukungan semua pihak, apa yang kita rencanakan akan tercapai,” ungkap Wabup Mahyunadi.

Yusuf bersama AKP sriadi S.H M.H Kapolsek Bengalon

Sebelumnya, Kepala Desa Muara Bengalon, Yusuf, mengungkapkan rasa terima kasih dan kebanggaannya atas kehadiran Wabup Mahyunadi yang turut menutup festival yang penuh makna ini. “Kami sangat berterima kasih dan bangga atas kehadiran Wakil Bupati Kutai Timur dalam acara ini. Ini menjadi moment penting bagi kami,” ujar Yusuf.

Yusuf juga menjelaskan bahwa tujuan utama diadakan festival ini adalah untuk memperkenalkan dan mempromosikan berbagai potensi yang ada di Desa Muara Bengalon, yang dikenal sebagai salah satu penghasil ikan terbanyak di Kutai Timur. “Festival ini menjadi wadah untuk memperkenalkan potensi alam dan sumber daya kami, yang kami harapkan dapat mendapat perhatian lebih dari pemerintah daerah,” tambahnya.

Namun, Yusuf juga menyoroti kendala infrastruktur yang masih menjadi tantangan utama bagi kemajuan desa. “Kami masih menghadapi kendala serius terkait infrastruktur yang belum memadai. Namun, kami sangat berterima kasih kepada Dinas PU yang telah memulai perbaikan jalan. Kami berharap ini bisa berlanjut dan infrastruktur kami semakin baik ke depannya,” tutup Yusuf.

Dengan berakhirnya Festival Tanjung Bahari 2025, masyarakat Desa Muara Bengalon dan sekitarnya semakin yakin akan potensi besar yang dimiliki daerah mereka. Semua pihak berharap agar pembangunan infrastruktur yang direncanakan dapat segera terlaksana demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat setempat.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *