Kutim, Gemparkutim.com – Anggota DPRD Kutai Timur (Kutim), Masdari Kidang, mengusulkan sedikitnya sembilan proyek prioritas dalam agenda pembahasan peningkatan infrastruktur di wilayah Kecamatan Bengalon.
Usulan ini ia sampaikan sebagai bagian dari dorongan percepatan pembangunan yang dianggap sangat penting untuk menjawab kebutuhan masyarakat, khususnya pada wilayah-wilayah yang selama ini mengalami keterbatasan akses. Tanggal 17/11/2025
Hj. Kidang menjelaskan bahwa kondisi sejumlah ruas jalan dan jembatan di Bengalon telah lama menjadi keluhan warga. Oleh karena itu, ia membawa sembilan usulan strategis agar segera masuk dalam rencana peningkatan pada tahun anggaran mendatang.
“Kita mengusulkan yang pertama adalah peningkatan jalan Muara Bengalon, yang menjadi salah satu akses vital antarpermukiman dan sering mengalami kerusakan, terutama saat musim hujan, ujarnya, Jumat (14/11/2024).
Kedua, peningkatan jalan Suito, yang kondisinya tak jauh berbeda dan turut menjadi jalur penting bagi mobilitas warga.
“Usulan ketiga menyasar jalan 10 November Bengalon, yang kerap terendam banjir hingga setinggi pinggang warga, sehingga sangat menghambat aktivitas masyarakat,”
Selanjutnya, ia mengusulkan peningkatan pada jalan 5 di Bengalon, meski detail lokasinya tidak disebutkan secara spesifik dalam kesempatan tersebut.
Proyek kelima adalah jalan penghubung Desa 110 menuju Tepian Madani, salah satu jalur yang juga sangat dibutuhkan masyarakat desa dalam kegiatan harian mereka.
Selain itu, Masdari mengusulkan peningkatan akses menuju Tepian Ansar Hindu, serta perbaikan ruas jalan dari Komsel Tower, yang dinilai memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas warga di wilayah tersebut.
“Yang kita usulkan berikutnya adalah pembangunan jembatan Tepian Langsat, yang menjadi salah satu prioritas agar akses utama desa tidak terganggu,” tambahnya.
Usulan kesembilan, sekaligus salah satu yang paling krusial, adalah realisasi pembangunan Jembatan Tapian Anse. Meski sudah pernah dilakukan uji ketahanan tanah, pembangunan jembatan tersebut hingga kini tak kunjung terealisasi.
“Itu perlu kita perbaiki, jembatan itu harus kembali masuk dalam prioritas mengingat urgensinya bagi mobilitas warga,” tutupnya. (Adv)


















