KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Anggota Komisi C DPRD Kutai Timur, Akhmad Sulaeman, menegaskan bahwa seluruh usulan infrastruktur untuk Kecamatan Sandaran sebenarnya sudah sejak lama masuk dalam daftar prioritas pemerintah daerah. Mulai dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) hingga pembahasan lintas organisasi perangkat daerah (OPD), usulan tersebut terus berulang dan mendapat perhatian serius. 23/11/2025
Menurutnya, sebagian besar usulan masyarakat khususnya terkait pembangunan akses jalan dan konektivitas telah diakomodasi hingga mencapai 90 persen dalam pembahasan. “Semua usulan itu sudah berulang kali masuk melalui Musrenbang. Hampir semuanya kini diakomodasi dalam prioritas,” ujarnya.
Sulaeman menjelaskan bahwa pemerintah daerah sudah menunjukkan kesiapan untuk menganggarkan proyek-proyek tersebut. Namun, realisasinya masih menunggu kepastian alokasi dana, mengingat kondisi anggaran Kutai Timur yang terus mengalami penurunan setiap tahun.
Ia menambahkan bahwa pelaksanaan pembangunan beberapa ruas jalan dan infrastruktur lain masuk ke skema Multiyears Contract (MYC), yang direncanakan berjalan mulai 2026 hingga 2028. Skema ini dinilai penting untuk mengejar ketertinggalan Sandaran sebagai salah satu wilayah dengan tingkat infrastruktur dasar yang masih minim.
“Harapan kita, minimal sampai tahun 2028 itu sudah bisa terakomodasi. Karena MYC ini kan pekerjaan tahun jamak, 2026, 2027, sampai 2028,” jelas legislator dari Dapil 5 tersebut.
Meski optimistis, Sulaeman mengingatkan bahwa kepastian jadwal pembangunan tetap bergantung pada kemampuan keuangan daerah. “Kita tahu anggaran kita setiap tahun semakin berkurang. Tetap kita dorong agar prioritas ini bisa terwujud,” tegasnya.
Dengan kembali masuknya usulan Sandaran dalam daftar program prioritas, ia berharap pemerintah daerah dapat memberikan perhatian lebih besar demi mengejar kesenjangan pembangunan, terutama pada wilayah pesisir dan terluar Kutai Timur.(Adv)













