KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Anggota Komisi D DPRD Kutai Timur, Shabaruddin, menyoroti masih tingginya kekurangan tenaga guru di desa-desa. Menurutnya, masalah ini telah berlangsung lama dan perlu segera diatasi untuk memastikan pemerataan pendidikan di seluruh wilayah. 27/11/2025
Ia menegaskan bahwa kekurangan guru menjadi salah satu hambatan utama yang dirasakan masyarakat, terutama di kecamatan dan desa yang jauh dari pusat kota.
“Pemenuhan tenaga guru di desa-desa harus bisa dipenuhi. Ini kebutuhan mendesak dan tidak bisa ditunda,” kata Shabaruddin.
Menurutnya, kekurangan guru menyebabkan sebagian sekolah tidak dapat beroperasi dengan optimal. Guru yang jumlahnya terbatas terpaksa merangkap mengajar beberapa mata pelajaran sekaligus.
“Kasus seperti ini banyak terjadi di pedalaman. Guru kita terpaksa menanggung beban lebih karena tenaga pengajar tidak mencukupi,” ujarnya.
Selain masalah jumlah, ia juga menilai pentingnya menempatkan guru sesuai kompetensi, agar proses pembelajaran tetap berjalan efektif. Pemerintah daerah diminta melakukan pemetaan kebutuhan tenaga pendidik secara menyeluruh di setiap desa.
“Kita ingin pendidikan yang merata. Kalau gurunya kurang, bagaimana murid mau dapat pembelajaran yang layak?” ungkapnya.
Shabaruddin berharap Pemkab Kutai Timur dapat mempercepat pengangkatan guru, redistribusi tenaga pendidik, serta memberi insentif khusus bagi guru yang bertugas di wilayah terpencil.
“Guru yang bertugas di daerah pedalaman harus diberi dukungan lebih, termasuk insentif. Mereka punya peran besar dalam mencerdaskan generasi kita,” tambahnya.(Adv/DPRD)
Kekurangan Tenaga Guru Masih Tinggi, Shabaruddin Minta Pemkab Kutim Segera Penuhi Kebutuhan Desa

















