Novel Tyty Paembonan: Fenomena Siswa Laki-Laki Gemulai Perlu Disikapi Manusiawi, Bukan Represif

Berita298 Dilihat
banner 468x60



KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Anggota DPRD Kutai Timur, Novel Tyty Paembonan, menanggapi meningkatnya fenomena siswa laki-laki yang tampil gemulai di sejumlah sekolah. Ia menilai persoalan tersebut sebaiknya dipahami secara manusiawi dan tidak langsung dikaitkan dengan kemampuan, produktivitas, maupun jati diri seseorang.

‎Novel mengatakan penampilan fisik yang gemulai bukan ukuran masa depan seseorang. Ia menyebut banyak figur publik yang tetap berhasil berkarier meski memiliki gestur halus.

‎“Laki-laki yang gemulai itu belum tentu tidak produktif. Secara manusiawi, dia tetap bisa berkeluarga dan memiliki keturunan,” ujarnya.

‎Ia menegaskan pentingnya menghargai hak asasi dan ekspresi diri selama tidak menimbulkan dampak buruk bagi lingkungan maupun perkembangan anak. Meski begitu, ia menilai pembinaan tetap dapat dilakukan dalam batas wajar. Menurutnya, pendekatan tersebut bukan berupa tindakan keras, melainkan kegiatan yang membentuk karakter.

‎“Misalnya latihan baris-berbaris atau kegiatan yang melatih ketegasan. Tetapi yang lebih penting sebenarnya adalah konseling,” kata Novel.

‎Ia menyoroti peran guru Bimbingan Konseling (BK) dalam memahami kondisi psikologis siswa serta menjembatani komunikasi antara sekolah dan keluarga. Namun, Novel menekankan bahwa faktor terpenting justru berada di lingkungan rumah.

‎“Waktu anak paling banyak itu bersama orang tua. Peran keluarga sangat menentukan,” tegasnya.

‎Menurutnya, perkembangan zaman membuat berbagai bentuk ekspresi diri semakin mudah terlihat di masyarakat. Novel juga menyebut faktor genetis maupun lingkungan dapat membentuk karakter anak.

‎“Lingkungan sangat memengaruhi. Meski seorang anak secara genetik tampak gemulai, kalau lingkungannya disiplin, misalnya seperti barak militer, dia bisa tumbuh menjadi pribadi yang tegas dan tangguh,” tandasnya.(Adv/DPRD)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *