Kunjungan Lapangan KTM. ke Bengalon, Potensi Pertanian Dinilai Besar

Berita, Pemuda6174 Dilihat
banner 468x60

Kutai Timur — Kecamatan Bengalon dinilai memiliki potensi di sektor pertanian, khususnya padi sawah dan tanaman hortikultura, yang dapat dikembangkan sebagai penopang ketahanan pangan daerah sekaligus sumber ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat. Rabu 7 Januari 2026

Hal tersebut terungkap dalam kunjungan lapangan yang dilakukan Komite Tani Muda (KTM) bersama Ketua KNPI Bengalon Muhammad Aprio, pak Marhadyn, serta Ketua KTM Bengalon Asmin, untuk melihat langsung kondisi dan peluang pengembangan pertanian di wilayah Desa Sepaso kec.Bengalon.

Direktur Komite Tani Muda, Saddam Amrul, menyampaikan bahwa Bengalon memiliki potensi yang bisa dikembangkan sebagai kawasan pertanian produktif. Namun, potensi tersebut masih membutuhkan penguatan, terutama dari sisi infrastruktur dan sistem pengelolaan pertanian.

“Bengalon tidak kekurangan potensi. Padi sawah dan hortikultura di wilayah ini sangat menjanjikan, tetapi perlu didorong dengan sistem yang tepat agar hasilnya optimal dan berkelanjutan,” ujar Saddam Amrul.

Selain persoalan infrastruktur seperti irigasi dan akses jalan usaha tani, Saddam menekankan bahwa peningkatan pertanian harus dibarengi dengan efisiensi biaya produksi agar petani tidak terbebani.

Menjawab tantangan tersebut, KTM memastikan akan turun langsung ke lapangan paling lambat akhir Januari ini untuk memperkenalkan sistem pertanian dengan biaya produksi yang lebih murah dan aplikatif bagi petani.

“Paling lambat akhir Januari, KTM akan terjun langsung ke lapangan. Kami akan memperkenalkan sistem pertanian dengan cost yang lebih murah dan realistis untuk petani. Kita mulai dengan contoh dulu, sekitar satu hingga dua hektare lahan sawah sebagai lahan percontohan,” jelasnya.

“Selain sawah, kami juga akan mempraktikkan hortikultura, terutama cabai rawit. Ini penting agar petani punya alternatif penghasilan dan tidak bergantung pada satu komoditas saja,” tambah Saddam.

Lebih lanjut, Saddam menekankan bahwa pembangunan pertanian tidak boleh berhenti pada tahap produksi. Menurutnya, penanganan pascapanen gabah hingga menjadi beras siap jual merupakan kunci agar hasil pertanian Bengalon memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar.

di Sela Waktu Muhammad Aprio, Ketua DPK KNPI Bengalon Menambahkan, Kami sangat mengapresiasi kunjungan lapangan yang dilakukan oleh ( DPD KTM ) Komite Tani Muda dan berharap langkah ini dapat menjadi titik tolak untuk memajukan sektor pertanian di Bengalon.ujar Aprio

Potensi besar yang dimiliki daerah desa Sepaso Barat Kec.bengalon, baik dari segi pertanian padi sawah maupun hortikultura, harus dikelola dengan baik agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.tambahnya

“Penanganan gabah pascapanen harus dikelola secara serius, mulai dari pengeringan, penggilingan, hingga pengemasan dan standar mutu. Ini harus selesai sampai produknya layak dan bisa bersaing dengan beras dari luar daerah,” tegasnya.

Kunjungan ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong kolaborasi antara pemerintah daerah, pemuda, dan kelompok tani, agar potensi pertanian Bengalon tidak hanya menjadi catatan, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kebijakan dan program nyata di lapangan.

 

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *