Muhammad Aprio: Pemuda Bengalon Jangan Hanya Jadi Penonton Pembangunan

KNPI Bengalon Sampaikan Aspirasi Pemuda dan Pertanian dalam Musrenbang Kecamatan

Berita, Pemerintahan, Pemuda5150 Dilihat
banner 468x60

Bengalon, Gemparkutim.com – Ketua DPK KNPI Kecamatan Bengalon, Muhammad Aprio, menyampaikan aspirasi dan kegelisahan pemuda Bengalon dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat kecamatan.

yang dihadiri unsur Forkopimcam, OPD, kepala desa, serta perwakilan masyarakat. Rabu 4/2/2026 dilaksanakan Gedung serba guna Sepaso timur

Dalam penyampaiannya, Aprio menegaskan bahwa kehadiran KNPI bukan sekadar membawa daftar usulan tahunan.

melainkan menyuarakan posisi pemuda yang selama ini kerap disebut sebagai harapan masa depan, namun belum sepenuhnya menjadi prioritas dalam perencanaan pembangunan daerah.

“Setiap tahun kita berbicara pembangunan, tetapi pertanyaannya sejauh mana pemuda benar-benar ditempatkan sebagai prioritas?” ujar Aprio

Ia menyoroti sejumlah persoalan krusial yang dihadapi generasi muda Bengalon, mulai dari tingginya pengangguran pemuda, minimnya ruang kreativitas, hingga rendahnya daya saing akibat kurangnya akses pelatihan dan keterlibatan dalam pengambilan kebijakan.

Menurut Aprio, secara akademis pemuda merupakan modal sosial dan modal pembangunan.

Namun, potensi tersebut tidak akan bernilai apabila tidak diinvestasikan secara serius melalui kebijakan dan anggaran yang berpihak.

“Bonus demografi tidak otomatis menjadi berkah. Tanpa keterampilan, akses, dan ruang partisipasi, pemuda hanya akan menjadi penonton pembangunan,” tegasnya.

Dalam forum tersebut, KNPI Bengalon menyampaikan beberapa usulan strategis, di antaranya kebijakan kepemudaan.

dalam prioritas anggaran, pelatihan kerja serta kewirausahaan yang sesuai dengan kebutuhan lokal Bengalon, serta penyediaan ruang ekspresi dan kreativitas bagi pemuda.

Aprio juga menyoroti sektor pertanian yang dinilai memiliki potensi besar namun mulai ditinggalkan generasi muda.

Ia mengingatkan adanya ancaman krisis regenerasi petani dalam 10 hingga 15 tahun ke depan apabila tidak ada langkah konkret.

“Lahan ada, tapi petaninya bisa tidak ada. Ini bukan asumsi, tapi logika pembangunan,” katanya.

Untuk itu, KNPI Bengalon mengusulkan pembentukan Program Petani Muda Bengalon, pemberian akses lahan dan permodalan bagi pemuda.

serta penguatan hilirisasi dan nilai tambah produk pertanian agar pemuda dapat berperan sebagai pelaku agribisnis.

Menutup penyampaiannya, Aprio menegaskan komitmen KNPI Bengalon untuk menjadi mitra kritis yang konstruktif bagi pemerintah.

“KNPI tidak ingin menjadi organisasi pelengkap seremoni. Kami siap mengawal, mengkritisi, dan bekerja sama.

Diam bagi kami adalah pengkhianatan terhadap masa depan pemuda Bengalon,” pungkasnya.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *