Bengalon, Gemparkutim.com – Pemerintah Desa Sepaso Timur, Kec.Bengalon Kutai timur, terus memperkuat komunikasi langsung dengan masyarakat melalui program Odah Etam Bekesah.
sebuah forum terbuka yang digelar rutin sebulan sekali di setiap wilayah dusun desa Sepaso timur. Jumat 6/2/2026
Kegiatan ini bertujuan menjadi ruang bagi warga untuk menyampaikan keluhan, saran, kritik, dan masukan secara kepada pemerintah desa, RT, maupun perangkat terkait demi mendukung pembangunan Desa Sepaso Timur ke depan.
Kepala Desa Sepaso Timur, Budhi Yulidar, menyampaikan bahwa program ini penting untuk menjaga keterbukaan informasi sekaligus mempererat hubungan antara warga dengan pemerintah desa.
“Forum ini menjadi wadah komunikasi terbuka.
Warga bebas menyampaikan unek-uneknya agar kita bisa bersama-sama membangun kemajuan Desa Sepaso Timur,” ujar Budhi
Selain membahas program desa, warga juga menyoroti persoalan sosial seperti bantuan bagi janda miskin, janda tua, dan warga kurang mampu.
Pemerintah desa menjelaskan bahwa penurunan anggaran dana desa berdampak pada berkurangnya kuota bantuan.
Budi Yulidar memaparkan bahwa dana desa tahun 2025 yang semula mencapai sekitar Rp1,1 miliar, diperkirakan turun drastis pada tahun 2026 menjadi sekitar Rp370 juta akibat adanya kebijakan nasional seperti program Koperasi Merah Putih dan MBG.
“Kalau tahun sebelumnya penerima BLT bisa sampai 48 orang, tahun depan kemungkinan maksimal hanya sekitar 20 orang.
Ini bukan kebijakan desa, tetapi karena dana desa secara nasional mengalami pengurangan,” Pungkasnya.
Untuk mengatasi keterbatasan tersebut, pemerintah desa berencana meningkatkan pendapatan desa melalui penguatan BUMDes agar mampu menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Desa).
yang nantinya dapat dialokasikan membantu masyarakat kurang mampu, termasuk para janda.
Selain itu, pemerintah desa juga akan berkoordinasi dengan pihak perusahaan melalui jalur kerja sama seperti plasma kebun, agar sebagian dana kontribusi dapat dialokasikan untuk bantuan sosial.
Dalam kesempatan itu, Ketua RT 4 juga menyampaikan laporan realisasi dana RT tahun 2025. Beberapa program yang telah terlaksana antara lain pembangunan gorong-gorong, pengadaan mesin pemadam, serta pemberdayaan usaha warga seperti keripik tempe.
Sementara program yang masih berjalan dan belum terlaksana meliputi pengadaan alat gotong royong, mesin jahit, serta speaker portable.
Warga juga mengangkat persoalan terkait hewan peliharaan yang berkeliaran bebas, seperti ayam dan kucing.
Pemerintah desa menegaskan bahwa aturan desa (Perkades) terkait penertiban hewan liar sedang dalam proses dan sementara ini pendekatan persuasif melalui RT dinilai lebih efektif.
Di sisi lain Ketua PKK Desa Sepaso Timur, Sri Handayani turut menyampaikan rencana penguatan ekonomi masyarakat melalui pendirian Koperasi PKK, yang nantinya akan menjadi tempat penjualan produk UMKM warga. Ujarnya
Kegiatan Odah Etam Bekesah berlangsung dalam suasana terbuka dan penuh keakraban, diselingi candaan ringan namun tetap sarat makna.
Pemerintah desa berharap forum ini dapat meningkatkan partisipasi warga, mengingat kehadiran masyarakat masih belum maksimal dibanding jumlah kepala keluarga yang ada di wilayah dusun.
Dengan adanya program ini, Pemerintah Desa Sepaso Timur menegaskan komitmennya untuk membangun desa yang lebih transparan, partisipatif, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.














