Michael Tan Paparkan Prinsip Sukses Dalam Acara Vision Meeting

Berita814 Dilihat
banner 468x60

GEMPARKUTIM.COM, SANGATTA – CEO Moonbot, Michael Tan, memaparkan berbagai prinsip sukses dalam kegiatan Vision Meeting yang digelar di Hotel Royal Victoria, Sangatta, Minggu (01/03/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah peserta memutuskan untuk menjadi member profesional serta mengambil jenjang master dan pioner di Sangatta. Dengan gelar grand master di bidang tersebut, mereka berkomitmen memberikan edukasi kepada masyarakat sekitar sekaligus meningkatkan kapasitas diri secara berkelanjutan.

Dalam pemaparannya, Michael menekankan pentingnya pola pikir sebagai fondasi utama dalam membangun kesuksesan.

“Wealth is a mindset, not a number (Kekayaan adalah pola pikir, bukan sekadar angka),” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa kondisi finansial dapat berubah sewaktu-waktu, namun pola pikir yang kuat akan memengaruhi cara seseorang dalam mengambil keputusan. Karena itu, ia mendorong peserta untuk memiliki visi yang jelas serta bertanggung jawab atas setiap pilihan yang diambil.

Selain membahas pola pikir, Michael juga menyoroti faktor ketakutan yang kerap menghambat perkembangan diri.

“The cost of fear is greater than the cost of failure (Dampak dari rasa takut sering kali lebih besar dibandingkan dampak dari kegagalan),” katanya.

Menurutnya, rasa takut seperti takut ditolak, takut mengalami kerugian, atau takut keluar dari zona nyaman perlu dihadapi dengan langkah terukur dan persiapan yang matang. Dalam kesempatan itu, ia juga memperkenalkan konsep “Vacuum Principle”.

“New things can only come in a vacuum, when you let go of old things and habits (Hal-hal baru hanya dapat hadir ketika seseorang bersedia meninggalkan kebiasaan lama yang tidak lagi relevan),” tegasnya.

Michael turut mengajak peserta untuk berfokus pada solusi dibandingkan keraguan.

“Rich people ask, ‘How can I?’ instead of ‘Can I?’ (Orang yang ingin berkembang akan bertanya ‘Bagaimana caranya?’ bukan ‘Bisa atau tidak?’),” ungkapnya.

Ia menambahkan, investasi pada pengembangan diri menjadi langkah awal sebelum berinvestasi pada bidang lain.

“The best asset in the world is yourself (Aset terbaik di dunia adalah diri sendiri),” tambahnya.

Menutup kegiatan, Michael mengingatkan pentingnya memberikan nilai dan dampak dalam setiap aktivitas.

“Stop chasing numbers. Chase impact. Let money follow (Berhenti mengejar angka semata. Fokus pada dampak dan manfaat, maka hasil akan mengikuti),” tutupnya.

Michael menyampaikan bahwa Vision Meeting ini bertujuan memberikan wawasan mengenai pengembangan diri serta pentingnya visi jangka panjang dalam menghadapi dinamika era digital. (*)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *