Banjir Tinggalkan Kerusakan,Pemdes Warga dan KNPI Bergerak Perbaiki Jalan, yang memakan korban

Berita5184 Dilihat
banner 468x60

Kutai Timur — Warga bersama pemerintah Desa Sepaso dan pemuda KNPI melakukan kegiatan kepedulian sosial perbaikan Jalan 10 November di Desa Sepaso, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, pada Senin (31/3/2026) sore sekitar pukul 15.00 WITA.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Desa Sepaso, Ruslan Alan, perangkat dusun dan RT, warga sekitar, serta pemuda KNPI, di antaranya Ady, Ondong, dan Cecep.

Perbaikan dilakukan dengan menimbun sejumlah titik jalan yang mengalami kerusakan cukup parah.

Kerusakan terjadi akibat banjir yang merendam kawasan itu mulai November 2025 hingga Januari 2026 lalu, sehingga menyebabkan jalan berlubang dan membahayakan pengguna Roda 2 di malam hari.

Bahkan, kondisi jalan yang rusak dilaporkan sempat menyebabkan warga terjatuh saat melintas.

Jalan 10 November diketahui merupakan salah satu akses penting yang menghubungkan masyarakat menuju kawasan Sebongkok Ujung dan Rawa Indah.

karena itu, penanganan darurat dinilai perlu segera dilakukan agar jalan tetap dapat digunakan dengan aman.

Seluruh unsur masyarakat pun bergotong royong melakukan penimbunan menggunakan material batu Merah sebagai upaya perbaikan sementara pada bagian jalan yang rusak.

Aksi sosial ini menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap kondisi infrastruktur di Desa Sepaso yang telah lama mengalami kerusakan dan belum mendapatkan perbaikan menyeluruh dari Pemerintah kabupaten kutai timur.

Kepala Desa Sepaso, Ruslan Alan, menyampaikan bahwa perbaikan yang dilakukan saat ini belum maksimal.

Namun, langkah tersebut dinilai penting sebagai penanganan darurat sambil menunggu perbaikan permanen dari pemerintah kabupaten.

“Yang kami lakukan hari ini memang belum maksimal, tetapi setidaknya ini menjadi pemicu untuk penanganan darurat sambil menunggu kegiatan dari pemerintah kabupaten,” ujar Ruslan Alan.

Masyarakat berharap pemerintah kabupaten dapat segera merealisasikan perbaikan Jalan 10 November melalui program pembangunan, baik pada tahun ini maupun tahun mendatang.

Kegiatan gotong royong juga menjadi bukti sinergi antara KNPI, pemerintah desa, dan masyarakat dalam mengatasi persoalan bersama, khususnya kerusakan jalan pascabanjir.

Sementara itu, Muhammad Aprio menyampaikan bahwa dirinya mengetahui kondisi jalan tersebut melalui media sosial saat berada di Samarinda.

“Saya tidak mengetahui sebelumnya bahwa jalan tersebut sudah memakan korban.

Setelah melihat di media sosial, saya langsung menghubungi teman-teman pemuda di Bengalon, dan sore itu juga pemuda KNPI bergerak melakukan penimbunan dengan batu merah,” ujar Aprio

Aprio juga mengapresiasi keterlibatan para pemuda KNPI dalam kegiatan tersebut.

“Kami berterima kasih kepada teman-teman KNPI yang telah ikut gotong royong.

Kami berkomitmen KNPI akan selalu hadir untuk masyarakat dan berkontribusi dalam pembangunan daerah,” tutup Aprio

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *