Kades Sekerat Peringatkan Orang Tua: Ijazah dan Ilmu Jadi Kunci Masa Depan Anak

Hadapi Dunia Kerja dan Teknologi, Kades Sekerat Dorong Anak Kuasai Bahasa Asing

Berita4841 Dilihat
banner 468x60

BENGALON,Gemparkutim.com — Pemerintah Desa Sekerat menegaskan pentingnya pendidikan sebagai kunci kemajuan desa dalam acara selamatan dan syukuran pelepasan siswa-siswi kelas VI SD Negeri 003 Bengalon, Desa Sekerat, tahun ajaran 2025–2026.

Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan pelepasan siswa bukan hanya menjadi agenda seremonial.

tetapi juga momentum bernilai ibadah dan membawa keberkahan, khususnya bagi para siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya. Senin 11/5/2026

Dalam Sambutan Sunan Dhika. Mengatakan Atas nama Pemerintah Desa Sekerat, saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh guru yang telah mendidik anak-anak kita dari kelas I sampai kelas VI. Ini adalah tugas yang berat dan mulia,” ujar Sunan Dhika.

Ia mengatakan, orang tua menitipkan anak-anak ke sekolah bukan hanya agar menjadi pintar secara akademik, tetapi juga agar tumbuh menjadi pribadi yang berakhlak, lebih baik, dan siap menghadapi masa depan.

Menurutnya, pendidikan memiliki peran besar dalam mengubah peradaban. Oleh karena itu, pendidikan harus terus didorong dan didukung oleh seluruh pihak, baik pemerintah desa, sekolah, guru, orang tua, maupun masyarakat.

“Investasi terbaik adalah investasi dari kepala ke atas, yaitu ilmu. Karena ilmu, apabila diberikan kepada orang lain, tidak akan berkurang. Justru menjadi berkah bagi yang menerima maupun yang memberikan,” Pungkasnya

Sunan Dhika juga mengingatkan bahwa anak-anak ke depan akan menghadapi tantangan yang semakin besar. Persaingan semakin ketat, perkembangan zaman semakin cepat, dan teknologi terus berkembang.

Karena itu, generasi muda Desa Sekerat harus dibekali dengan ilmu dan keterampilan agar mampu bersaing secara positif.

Ia mencontohkan pentingnya kemampuan bahasa asing berdasarkan pengalamannya saat mengikuti rapat dengan pihak perusahaan.

Dalam pertemuan tersebut, bahasa penghubung yang digunakan adalah bahasa Inggris.

“Saat itu saya hanya bisa diam karena tidak memahami bahasa yang digunakan. Dari situ saya belajar bahwa kemampuan bahasa juga sangat penting,” ungkapnya.

Karena itu, ia mendorong anak-anak untuk mengembangkan potensi masing-masing, baik di bidang bahasa Inggris, olahraga, matematika, seni, agama, maupun bidang lainnya.

Menurutnya, tidak ada anak yang bodoh karena setiap anak memiliki kemampuan dan minat yang berbeda.

Dalam kesempatan tersebut, Sunan Dhika juga meminta komitmen orang tua, khususnya wali murid kelas VI, agar seluruh siswa yang lulus tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP.

Ia berharap anak-anak Desa Sekerat minimal menuntaskan pendidikan sembilan tahun, bahkan dapat melanjutkan hingga SMA dan perguruan tinggi.

“Tanpa pendidikan, Desa Sekerat tidak akan maju. Karena itu, saya minta kepada seluruh orang tua agar anak-anak kita wajib melanjutkan pendidikan ke jenjang SMP,” tegas kepala desa

Ia menambahkan, saat ini dunia kerja semakin menuntut standar pendidikan tertentu. Banyak perusahaan menetapkan ijazah minimal SMA sebagai syarat bekerja.

Kondisi tersebut menjadi tantangan bersama bagi masyarakat desa untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Pemerintah Desa Sekerat, kata dia, siap membantu apabila ada anak yang mengalami kendala dalam melanjutkan sekolah, termasuk persoalan biaya.

Ia meminta masyarakat untuk menyampaikan kendala tersebut kepada pemerintah desa agar dapat dicarikan solusi bersama.

“Kalau ada kendala, silakan datang ke Pemerintah Desa. Sampaikan kepada kami. Insyaallah akan kita cari jalan keluarnya bersama,” ujar Sunan dhika

Selain menyoroti pendidikan formal, Pemerintah Desa Sekerat sunan dhika juga memberikan perhatian terhadap pendidikan keagamaan.

Sunan Dhika menyampaikan bahwa pemerintah desa sedang berupaya meningkatkan honor ustaz di masjid-masjid melalui pendapatan asli desa mulai Agustus mendatang, dengan tetap mengikuti aturan penggunaan anggaran desa.

Ke depan, Pemerintah Desa Sekerat juga berencana mengundang seluruh jajaran pendidikan di desa, baik sekolah umum maupun pendidikan keagamaan, untuk berdiskusi mengenai arah pengembangan pendidikan di Desa Sekerat.

“Kita ingin mendengar masukan, pendidikan di Desa Sekerat ini mau kita bawa ke arah mana. Kita perlu duduk bersama, berdiskusi, dan mencari solusi,” jelasnya.

Sunan Dhika juga mengungkapkan rencana pemerintah desa membuka les bahasa Inggris dan bahasa Cina bagi anak-anak.

Program tersebut direncanakan berlangsung pada hari Minggu dan akan dikoordinasikan dengan sekolah serta pihak terkait.

Menurutnya, penguasaan bahasa asing penting untuk mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan Desa Sekerat yang memiliki potensi investasi dan kehadiran perusahaan besar di masa mendatang.

“Anak-anak kita harus disiapkan agar tidak hanya menjadi penonton, tetapi mampu mengambil peran dalam kemajuan Desa Sekerat,” katanya.

Di akhir sambutannya, Sunan Dhika mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kerukunan, memperkuat kebersamaan, dan terus mendukung pembangunan desa.

Ia juga meminta para RT dan kepala dusun segera melaporkan apabila ada anak-anak yang putus sekolah agar dapat segera ditindaklanjuti.

Kepada siswa-siswi kelas VI yang dilepas, ia berpesan agar terus belajar, menghormati orang tua dan guru, serta menjaga nama baik keluarga dan Desa Sekerat.

“Semoga kalian menjadi anak-anak yang sukses, berilmu, berakhlak mulia, dan kelak mampu membangun desa kita tercinta,” Tutupnya

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *