KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com — Tradisi Perahu Naga Belian di Desa Sekerat, Kecamatan Bengalon, Kabupaten Kutai Timur, menjadi salah satu warisan budaya masyarakat Kutai pesisir yang masih dilestarikan hingga saat ini.
Tradisi ini berkaitan dengan prosesi adat Mengulur atau Meulur Naga, yaitu pelepasan perahu berbentuk naga ke laut sebagai bagian dari rangkaian Pelas Laut dan Belian.
Ritual biasanya digelar dalam Festival Sekerat Nusantara. Prosesi ini dimaknai sebagai bentuk permohonan keselamatan, penolak bala, penjaga kampung, serta ungkapan rasa syukur masyarakat pesisir kepada Tuhan atas kehidupan yang mereka jalani.

Perahu naga menjadi simbol kekuatan, perlindungan, dan hubungan manusia dengan alam. Dalam prosesi adat, masyarakat bersama-sama menggotong perahu naga menuju tepi laut.
Perahu kemudian dipasangi perlengkapan adat sebelum ditarik ke tengah laut dan dilakukan pelarungan sesaji.
Tradisi ini memiliki kemiripan dengan prosesi Mengulur Naga dalam budaya Kutai di Tenggarong.
Namun, Perahu Naga Sekerat memiliki ciri khas tersendiri karena dilaksanakan di kawasan pantai hingga laut, sehingga merepresentasikan identitas masyarakat Kutai pesisir.
Selain prosesi Perahu Naga, Festival Sekerat Nusantara juga menampilkan rangkaian adat lain seperti tepung tawar, Belian Kutai, Pelas Tanah, Pelas Laut, pertunjukan seni, olahraga rakyat, dan kegiatan budaya masyarakat.

Bagi masyarakat Sekerat, Perahu Naga Belian bukan sekadar atraksi budaya, melainkan simbol pelestarian adat, penghormatan kepada leluhur, serta penguatan identitas Desa Sekerat sebagai desa pesisir yang kaya akan tradisi.
Muhammad Yafi akbar, ketua panitia festival sekerat nusantara yang ke 5 Menambahkan. Mengajak seluruh elemen Masyarakat untuk memeriahkan festival sekerat nusantara pada tanggal 10-12 juli 2026 dan penutupan pada tanggal 12 juli. Tambah Yafi












