Kepala Desa Sekerat Ajak KKN Unmul Selaraskan Program Kerja dengan Visi Desa Pariwisata Produktif

Berita1469 Dilihat
banner 468x60

KUTIM, Gemparkutim.com – Pemerintah Desa Sekerat kec.bengalon menggelar rapat koordinasi bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Mulawarman (Unmul) Angkatan 52, perangkat desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), para ketua RT, kepala dusun, tokoh adat, serta unsur masyarakat lainnya, Senin (27/7/2026).

Dalam penyampaian , Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, S.AP, menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN Unmul yang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan desa.

Ia menegaskan bahwa Pemerintah Desa Sekerat menginginkan seluruh program kerja mahasiswa KKN dapat berjalan selaras dengan arah pembangunan desa yang saat ini mengusung konsep Desa Pariwisata Produktif.

“Kami berharap adik-adik KKN dapat memberikan warna baru bagi Desa Sekerat. Program kerja yang dilaksanakan hendaknya sejalan dengan program pembangunan desa, terutama dalam menggali dan mengembangkan potensi yang ada di setiap RT dan dusun,” ujar Sunan Dhika.

potensi yang dimiliki Desa Sekerat sangat beragam dan perlu dipetakan secara menyeluruh agar dapat menjadi dasar dalam penyusunan program pembangunan maupun evaluasi pemerintah desa ke depan.

Ia juga meminta mahasiswa KKN aktif turun ke masyarakat, berdiskusi dengan warga, serta menggali potensi lokal yang belum banyak terekspos.

“Kami ingin masukan dari adik-adik KKN menjadi bahan evaluasi sekaligus perbaikan pembangunan Desa Sekerat secara keseluruhan,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sunan Dhika turut memperkenalkan sejarah singkat Desa Sekerat. Ia menjelaskan bahwa pusat pemerintahan desa awalnya berada di Dusun Sekurau Bawah.

namun kemudian dipindahkan ke wilayah Sekerat untuk mempermudah akses pelayanan pemerintahan karena sebelumnya masyarakat harus melalui jalur laut dengan kondisi yang cukup sulit.

Selain itu, ia menjelaskan bahwa nama Sekerat berasal dari bahasa Kutai yang berarti sepotong atau seiris. Filosofi tersebut dimaknai sebagai simbol persatuan masyarakat dalam membangun desa secara bersama-sama.

Ia juga mengajak seluruh mahasiswa KKN untuk menjaga semangat kebersamaan, kekompakan, serta membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat selama menjalankan pengabdian di Desa Sekerat.

“Di desa, nilai kekeluargaan masih sangat kuat. Karena itu kami berharap adik-adik dapat membaur dengan masyarakat, belajar bersama, saling berbagi ilmu, dan tidak sungkan menggali berbagai potensi yang ada,” ujarnya.

Sunan Dhika menambahkan, Desa Sekerat memiliki wilayah yang cukup luas dengan lima dusun dan 16 RT. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam pemerataan pembangunan sehingga dibutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk mahasiswa KKN.

Usai penyampaian arahan, kegiatan dilanjutkan dengan sesi perkenalan mahasiswa KKN Unmul Angkatan 52 serta pemaparan potensi yang telah mereka identifikasi di masing-masing wilayah.

Hasil pemetaan tersebut diharapkan menjadi dasar penyusunan program kerja yang selaras dengan kebutuhan masyarakat dan prioritas pembangunan Pemerintah Desa Sekerat.

Rapat koordinasi tersebut juga menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan mahasiswa KKN dalam mendukung pembangunan Desa Sekerat yang lebih maju, produktif, dan berkelanjutan.

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *