Bengalon, Gemparkutim.com – Pemangku Adat Dayak Basap Kota Timur melakukan kunjungan silaturahmi ke Kecamatan Bengalon, Senin (9/2/2026).
Kunjungan ini bertujuan untuk memperkenalkan keberadaan pemangku adat Basap sekaligus menyampaikan visi dan misi pelestarian adat dan budaya Dayak Basap di wilayah Kutai timur
Ahmad Alan pemangku adat dayak Basap, menyampaikan komitmen untuk mengangkat kembali adat dan budaya Dayak Basap, Di kec.Bengalon.
yang dinilai mulai tertinggal dan hampir tenggelam di tengah perkembangan zaman.
“Kami hadir untuk menyampaikan keberadaan kami sebagai pemangku adat Dayak Basap di kutai timur dan Induk nya di kec.Bengalon
Tujuan utama kami adalah mengangkat kembali adat dan budaya kami agar tetap lestari dan bermartabat,” ujar pemangku
Selain itu, pemangku adat juga mengimbau seluruh tokoh adat agar bersatu menjaga dan melestarikan adat serta budaya Dayak Basap, khususnya di kalangan generasi muda.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak bisa dilakukan secara sendiri-sendiri, melainkan membutuhkan kebersamaan seluruh elemen masyarakat adat.
Terkait program ke depan, pemangku adat menegaskan bahwa silaturahmi tidak hanya berhenti di Kecamatan Bengalon.
Sesuai amanah dan mandat dalam Surat Keputusan (SK), wilayah pemangku adat Dayak Basap Kutai Timur mencakup 18 kecamatan.
“Ke depan, kami akan melakukan silaturahmi ke seluruh kecamatan, mulai dari wilayah Wahau, Kombeng, Sangkulirang hingga Menubar. Kunjungan ini akan dilakukan secara bertahap,” jelasnya.
Rencana kunjungan juga akan menyasar desa-desa yang masih memiliki Dayak Basap, seperti Desa Mandu, Kerayaan, dan Menubar, termasuk wilayah-wilayah seberang yang masih berada dalam binaan pemangku adat.

Di sisi lain Muh. Harun AL Rasyid, S.STP., M.Si menyambut baik kunjungan tersebut.
Camat Bengalon menyampaikan apresiasi atas silaturahmi yang dilakukan oleh adat Dayak Basap.
“Kami mengucapkan terima kasih atas kunjungan silaturahmi ini. Mudah-mudahan ke depan koordinasi dan komunikasi dapat terus ditingkatkan,” ujarnya Rasyid
Ia juga berharap keterlibatan Dayak Basap tidak hanya sebatas organisasi kemasyarakatan secara formal, tetapi dapat berperan aktif dalam pembangunan kecamatan, khususnya pada bidang kesenian dan penguatan budaya lokal.
“Kami siap mendukung dan membantu setiap kegiatan yang berkaitan dengan pelestarian adat dan budaya Dayak Basap di Kecamatan Bengalon,” pungkasnya.












