GemparKutim.com – Pemerintah Kecamatan Muara Ancalong kembali menggelar turnamen sepak bola tahunan Camat Cup III sebagai ajang pembinaan sekaligus seleksi pemain untuk memperkuat tim kecamatan di tingkat kabupaten.
Camat Muara Ancalong, Saberan Nete, menyebutkan ajang gelombang ketiga ini melibatkan 15 regu perwakilan dari 10 desa di seantero Muara Ancalong. Seluruh laga dipusatkan pada arena pertandingan utama milik pemerintah lokal yang berlokasi di pusat pemerintahan kecamatan.
“Kompetisi Camat Cup III saat ini melibatkan 15 kontestan yang berasal dari 10 desa se-Kecamatan Muara Ancalong. Gelaran berkala ini konsisten kita jalankan demi mendeteksi calon-calon olahragawan bertalenta yang berprestasi,” ungkapnya kala dikonfirmasi lewat sambungan telepon WhatsApp, Rabu (23/09/2026).
Ia menerangkan, di samping menjadi sarana merajut kekeluargaan serta sarana rekreasi warga, gelaran ini mengemban misi vital yakni menyaring talenta-talenta menjanjikan untuk diproyeksikan mengisi skuad inti kecamatan, Persema (Persatuan Sepak Bola Muara Ancalong).
Di samping itu, kontestan Persema bakal digembleng secara intensif demi menyongsong turnamen bergengsi tahunan Bupati Cup bentukan Pemkab Kutai Timur (Kutim) mendatang.
“Ajang Camat Cup ini serentak berfungsi menyeleksi pesepak bola yang hendak digabungkan ke skuad kecamatan, Persema. Siapa saja pilar dari klub mana pun yang memperlihatkan performa apik bakal kita rekrut untuk memperkuat Persema pada gelaran Bupati Cup,” paparnya.
Saat memberikan pengarahan pada pembukaan kompetisi, Saberan menitipkan amanat khusus buat seluruh pesepak bola supaya memegang teguh semangat fair play di lapangan serta tidak dibingungkan oleh dahaga kemenangan semata.
“Himbauan saya sewaktu meresmikan kegiatan, segenap pemain dilarang sekadar haus akan gelar, melainkan jadilah kesebelasan paling teladan. Skuad ideal tak wajib menyabet mahkota juara, yang utama memperagakan permainan menjunjung kejujuran, apik, serta jauh dari aksi kasar,” tegasnya.
Menyinggung kedalaman komposisi, Saberan memantapkan pendirian untuk merawat kebiasaan mempercayakan 100 persen talenta murni anak daerah tanpa mendatangkan pilar pinjaman dari wilayah luar.
Biarpun pada kurun Bupati Cup terdahulu Persema terhenti pada fase grup, dirinya yakin barisan pilar asli putra daerah Muara Ancalong sanggup memberikan perlawanan sengit terhadap perwakilan tangguh lain macam Sangkulirang.
“Prinsip kita di Muara Ancalong senantiasa mengandalkan penuh pilar asli daerah, anti menggunakan pilar luar. ,” tutupnya.(Zull).


















