Rp53,53 Miliar Digelontorkan, Pemprov Kaltim Percepat Perbaikan Jalan Anggana–Muara Badak

Gubernur Kaltim Rudy Mas’ud meninjau langsung pengerjaan jalan di Kilometer 12 ruas Anggana–Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara, Minggu (1/11/2026)

Berita953 Dilihat
banner 468x60

Gemparkutim.com, SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) mengalokasikan anggaran Rp53,53 miliar untuk mempercepat peningkatan infrastruktur jalan Anggana–Muara Badak di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Perbaikan jalur pesisir tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperlancar akses transportasi masyarakat sekaligus menunjang distribusi barang dan aktivitas ekonomi antarwilayah.

Ruas Anggana–Muara Badak memiliki peran strategis karena menjadi salah satu jalur penghubung menuju Bontang, Kutai Timur hingga Berau. Kondisi jalan yang memadai diharapkan dapat mempercepat mobilitas masyarakat dan memperkuat konektivitas kawasan pesisir.

Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud, meninjau langsung perkembangan pekerjaan jalan di Kilometer 12 ruas Anggana–Muara Badak, Minggu (1/11/2026). Dalam kesempatan itu, ia menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur dilakukan melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan Kabupaten Kutai Kartanegara.

Dalam pembagian kewenangan tersebut, Pemkab Kukar menangani ruas jalan sepanjang 23,17 kilometer. Sementara Pemprov Kaltim memberikan dukungan anggaran melalui dua sumber pembiayaan.

Pertama, bantuan keuangan sebesar Rp44,03 miliar untuk penanganan jalan sepanjang 3,7 kilometer. Kedua, melalui APBD Kaltim sebesar Rp9,51 miliar untuk pekerjaan sepanjang 863 meter.

Dengan demikian, total dukungan anggaran Pemprov Kaltim mencapai Rp53,53 miliar untuk penanganan sekitar 4,6 kilometer jalan.

“Kerja sama antara pemerintah provinsi dan kabupaten ini menjadi langkah positif. Kami ingin memastikan akses jalan semakin baik sehingga masyarakat dapat merasakan langsung dampak pembangunan tersebut,” ujar Rudy, Senin (2/11/2026).

Meski pengerjaan jalan terus berjalan, Rudy mengingatkan agar aspek keselamatan pengguna jalan tidak diabaikan. Salah satu persoalan yang ditemukan saat peninjauan adalah perbedaan ketinggian antara badan jalan beton dan tanah di bagian samping yang mencapai lebih dari 30 sentimeter.

Kondisi tersebut berpotensi membahayakan pengendara, khususnya ketika kendaraan keluar dari badan jalan. Perbedaan elevasi yang cukup tinggi dapat menyebabkan kendaraan kehilangan keseimbangan hingga terguling.

“Kalau satu ban kendaraan sampai keluar dan jatuh dari badan jalan, kendaraan bisa kehilangan keseimbangan bahkan terguling. Karena itu, kondisi ini harus segera ditangani,” ungkapnya.

Untuk mengantisipasi risiko tersebut, Rudy meminta Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, dan Perumahan Rakyat (PUPR Pera) Kaltim segera berkoordinasi dengan Dinas PU Kukar. Koordinasi diperlukan agar pembangunan bahu jalan di sepanjang ruas tersebut dapat dipercepat.

Selain bahu jalan, keberadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) juga menjadi perhatian. Penerangan dinilai penting untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan pengendara, terutama saat melintas pada malam hari.

Menurut Rudy, pembangunan infrastruktur tidak cukup hanya dengan memperbaiki kondisi badan jalan. Kelengkapan fasilitas pendukung keselamatan juga harus menjadi bagian dari peningkatan kualitas jalan.

Ia berharap perbaikan akses Anggana–Muara Badak dapat memberikan dampak nyata terhadap perkembangan ekonomi masyarakat pesisir, terutama melalui kelancaran transportasi dan distribusi hasil usaha.

“Kami ingin aktivitas ekonomi di kawasan pesisir terus berkembang. Dengan begitu, masyarakat bisa memperoleh manfaat dan kesejahteraan dari pembangunan yang dilakukan,” tegas Rudy.

Lebih lanjut, Pemprov Kaltim memastikan peningkatan infrastruktur dasar akan terus dilanjutkan di berbagai daerah, termasuk kawasan pedalaman dan perbatasan.

Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian di antaranya Kabupaten Kutai Barat dan Mahakam Ulu. Pemerataan pembangunan jalan dinilai penting agar masyarakat di berbagai wilayah mendapatkan akses transportasi yang layak.

Rudy menegaskan, peningkatan kualitas jalan akan terus didorong melalui kolaborasi pemerintah provinsi dan kabupaten sehingga konektivitas antarwilayah di Kalimantan Timur semakin baik.

“Peningkatan kualitas jalan akan terus kami dorong, baik di wilayah pesisir maupun pedalaman dan perbatasan. Seluruh ruas jalan provinsi dan kabupaten harus semakin baik agar manfaat pembangunan dapat dirasakan masyarakat Kaltim,” pungkasnya.(cc)

banner 336x280

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *