KUTAI TIMUR, Gemparkutim.com – Kepala Desa Sekerat, Sunan Dhika, menegaskan bahwa pembangunan desa tidak boleh hanya bergantung pada sektor tambang, sawit, dan Perusahaan semen.
Pariwisata berbasis budaya dan ekonomi kreatif dinilai menjadi kekuatan baru yang lebih berkelanjutan. Juma’t 10/7/2026 Pukul 21.00 Wita
Hal itu disampaikannya saat pembukaan Belian Adat Semegah di Lamin Adat Desa Sekerat,Kec.bengalon Kutim di hadapan masyarakat dan Wakil Bupati Kutai Timur Mahyunadi.
“Kami ingin pemuda terlibat langsung dalam kegiatan pariwisata, sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penonton di tengah masuknya industri,” Ujar Sunan Dhika kepala desa saat berpidato
Menurutnya, Festival Sekerat Nusantara menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan potensi alam dan budaya desa.
Tahun ini ( 2026 ), festival telah memasuki penyelenggaraan kelima dengan dukungan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur.
Sunan Dhika juga menyampaikan bahwa tradisi Belian adat Sekerat telah diverifikasi dan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda.
Pencapaian itu dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat identitas pariwisata Desa Sekerat.
Namun, pengembangan wisata masih terkendala akses jalan. Dari total sekitar 23 kilometer, baru lima kilometer yang telah disemenisasi Pihak PT.Kobexindo Cement, sementara sekitar 18 kilometer Berstatus Kabupaten masih membutuhkan penanganan.
“Kami berharap pemerintah daerah Kutai timur dan perusahaan yang beroperasi di Desa Sekerat dapat berkolaborasi mempercepat pembangunan jalan,” ujar Sunan Dhika
Selain akses, pengembangan wisata juga diperkuat melalui atraksi ATV, UMKM, Kelompok Sadar Wisata ( Pokdarwis ) Karang Taruna, serta keterlibatan tokoh masyarakat.
Pemerintah Desa Sekerat optimistis pariwisata dapat menjadi penggerak ekonomi baru sekaligus menjaga budaya lokal agar tetap hidup dan memberi manfaat bagi masyarakat. Tutup Suna Dhika










